SUKABUMIUPDATE.com - Jagat musik dunia gembar setelah spesialis forensik Brian Burnett membuka data baru soal kematian vokalis legendaris Nirvana, Kurt Cobain. Disebut bukan bunuh diri seperti narasi yang dicerna publik selama ini, Kurt Cobain dibunuh.
Selama ini, publik meyakini Kurt Cobain meninggal dunia akibat bunuh diri, seperti dinyatakan pihak kepolisian pada April 1994. 32 tahun berlalu, sebuah penelitian forensik membantah hal tersebut.
Spesialis forensik Brian Burnett menyatakan bukti-bukti yang ditemukan mengarah pada tindakan kriminal. Ia menduga kematian Kurt Cobain direncanakan oleh pihak lain.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja, Didenda 1 Ekor Babi Serta 5 Ayam
"Ini adalah pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu tentang ini," ucap Brian Burnett dalam laporan The Daily Mail Selasa, 10 Februari 2026.
Melansir suara.com, penelitian ini mengeksplorasi sepuluh poin bukti krusial untuk menguatkan dugaan tersebut. Dimana Brian Burnett menyebut adanya kehadiran orang lain di lokasi kejadian sebelum nyawa sang legenda rock melayang.
Rekan Burnett, Michelle Wilkins, menilai bahwa kondisi tempat kejadian perkara (TKP) terasa sangat janggal dan seolah-olah sengaja diatur sedemikian rupa agar terlihat alami.
Baca Juga: Dukung Calon dan Bagi-bagi Duit di Pilkada 2024, DKPP Pecat Ketua KPU Kota Bogor
"Sepertinya seseorang merekayasa sebuah film dan ingin anda benar-benar yakin bahwa ini adalah bunuh diri," kata Wilkins merujuk pada adegan di lokasi kematian.
Wilkins menyoroti adanya kerusakan organ yang tidak lazim jika penyebab kematiannya murni karena tembakan senapan, melainkan lebih merujuk pada efek overdosis paksa.
Selain itu, ditemukan fakta unik bahwa barang-barang pribadi milik musisi yang meninggal di usia 27 tahun tersebut tertata dengan sangat rapi di saku pakaiannya.
Baca Juga: Menang Dramatis atas Napoli, Como Melangkah ke Semifinal Coppa Italia
Kwitansi pembelian senjata ada di sakunya. Kwitansi pembelian peluru juga ada di sakunya. Peluru-peluru itu berjejer di kakinya," ungkap Wilkins merinci temuan tersebut.
la juga meragukan sikap seseorang yang sedang sekarat karena narkoba. Sebab masih sempat merapikan peralatan jarum suntik dengan teliti sebelum benar-benar kehilangan nyawa.
"Bunuh diri itu berantakan, dan tempat kejadian perkara ini sangat bersih," tambah Wilkins menjelaskan kejanggalan yang ia temukan dari pola darah di lokasi.
Baca Juga: Genap Setahun Menikah, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Sambut Calon Buah Hati
Polisi Membantah
Merespon temuan ini, Kantor Pemeriksa Medis King's County menyatakan kesiapan mereka untuk meninjau ulang temuan tersebut meski sebelumnya telah menetapkan status bunuh diri. Namun, Departemen Kepolisian Seattle hingga saat ini tetap bersikeras pada hasil investigasi lama dan enggan membuka kembali kasus yang sudah lama ditutup tersebut.
"Detektif kami menyimpulkan bahwa dia meninggal karena bunuh diri, dan ini tetap menjadi pendirian yang dipegang oleh departemen ini," ujar juru bicara kepolisian setempat.
Kurt Cobain Mati dengan Luka Tembak
Kurt Cobain meninggal dunia pada 5 April 1994 akibat luka tembak di kepala. Jenazahnya ditemukan tiga hari kemudian, 8 April 1994 di rumahnya kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat. Sebelum meninggal dunia, Kurt Cobain berjuang dengan kecanduan heroin dan masalah kesehatan.
Editor : Fitriansyah