SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia untuk mengirimkan setidaknya 8.000 prajurit TNI ke Jalur Gaza, Palestina. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026.
Di hadapan sekitar 20 pemimpin negara anggota, termasuk Presiden AS Donald Trump, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk terjun langsung dalam misi kemanusiaan tersebut.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8 ribu atau lebih jika perlu," kata Prabowo.
Prabowo menilai bahwa gencatan senjata di Gaza memerlukan langkah nyata di lapangan. Oleh karena itu, Indonesia siap mengirimkan pasukan TNI guna mendukung solusi damai yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Prajurit TNI nantinya akan bergabung dengan pasukan perdamaian lintas negara di bawah naungan International Stabilization Force (ISF).
Baca Juga: Resahkan Warga, 25 Pemuda Terlibat Perang Sarung di Cibitung Sukabumi Diciduk Polisi
Sebagai informasi, operasional ISF direncanakan berjalan di bawah arahan Dewan Perdamaian dan telah mendapat legitimasi melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 pada 17 November 2025.
"Kami siap menyumbangkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional untuk mewujudkan perdamaian ini," ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan Donald Trump di Dewan Perdamaian. Trump, menurut Prabowo, akan mampu mewujudkan perdamaian sejati lewat lembaga bayangan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu.
Prabowo mengatakan Indonesia sudah sejak awal mempelajari rencana 20 poin untuk perdamaian Gaza yang diajukan Trump. Indonesia, kata dia, sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana tersebut.
"Itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian, kami berkomitmen untuk keberhasilannya," tuturnya.
Baca Juga: 3 Doa Awal Ramadan agar Puasa Lebih Khusyuk dan Mendapatkan Keutamaannya
Dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian pada Kamis kemarin, Donald Trump dalam pidatonya mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Presiden Prabowo. Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang, tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata di Gaza.
Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza. “Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump.
Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian menuai kritik. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, misalnya, menilai keanggotaan dalam badan internasional besutan AS ini mengkhianati semangat dan nilai-nilai rakyat Indonesia yang selama ini memihak Palestina.
YLBHI menyoroti rencana pengiriman ribuan tentara Indonesia untuk ‘membantu’ AS dan Israel dalam melakukan demiliterisasi kepada Hamas di Palestina. YLBHI menegaskan ini preseden buruk terhadap hak Palestina sebagai sebuah negara.
Sumber: Tempo.co
Editor : Denis Febrian