SUKABUMIUPDATE.com - Bayang-bayang pecahnya perang dunia ke III semakin memicu kekhawatiran. Hal ini dikarenakan operasi militer Israel-AS yang menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Israel yang dibantu AS meluncurkan serangan udara dan berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei. Sebagai respon, Iran membalas dengan drone serta rudal yang dilaporkan menargetkan Israel dan beberapa negara di kawasan, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi yang lebih besar hingga meletusnya Perang Dunia III. Di tengah kecemasan tersebut, banyak orang mulai mencari negara-negara yang dinilai paling aman untuk dijadikan tempat perlindungan jika konflik global benar-benar terjadi.
Baca Juga: Indonesia Harus Keluar dari Board of Peace, Desakan Muncul Usai AS-Israel Serang Iran
Berikut sejumlah negara yang sering disebut sebagai lokasi relatif aman jika perang dunia III terjadi, dikutip dari Economic Times:
1. Islandia
Islandia kerap dinilai sebagai salah satu negara paling damai di dunia dan sering menempati posisi teratas dalam Indeks Perdamaian Global. Negara kepulauan ini terletak cukup terpencil dan tidak pernah terlibat dalam perang modern skala penuh. Iklimnya yang keras dan jumlah penduduk yang kecil juga membuatnya kurang memiliki kepentingan strategis militer.
2. Antartika
Terletak di ujung selatan bumi, Antartika sangat terisolasi dan tidak memiliki penduduk tetap selain staf stasiun penelitian. Wilayahnya yang luas dan jauh dari pusat kekuatan militer dunia membuatnya kecil kemungkinan menjadi target serangan, meski kondisi alamnya sangat ekstrem.
3. Selandia Baru
Selandia Baru termasuk negara dengan tingkat perdamaian tinggi dan umumnya mengambil sikap netral dalam berbagai konflik internasional. Letaknya di Belahan Bumi Selatan, jauh dari pusat persaingan kekuatan besar, serta kemampuan pertanian yang mandiri menjadikannya dinilai cukup aman.
4. Swiss
Swiss terkenal dengan kebijakan netralitasnya, termasuk saat Perang Dunia II. Negara ini memiliki banyak bunker perlindungan dan kondisi geografis berupa pegunungan yang kuat secara pertahanan. Netralitas jangka panjangnya membuat Swiss jarang terlibat dalam konflik besar.
Ilustrasi - Daftar negara-negara yang dinilai paling aman dan netral saat dunia berada di ambang konflik global. | Pixabay.com.
5. Indonesia
Sejak era Presiden pertama, Soekarno, Indonesia menganut politik luar negeri “bebas aktif”. Sikap ini menekankan kemandirian dalam urusan internasional serta komitmen pada perdamaian dunia. Kondisi geografis Indonesia yang tersebar di wilayah kepulauan luas juga dinilai mengurangi kepentingan strategis tertentu dalam konflik global.
6. Chile
Chile terlindungi secara geografis oleh Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik, menciptakan isolasi alami dari banyak wilayah konflik. Negara ini juga memiliki sumber daya alam dan sektor pertanian yang cukup kuat untuk mendukung kebutuhan dalam kondisi darurat.
7. Tuvalu
Negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik ini berpenduduk sekitar 11.000 orang. Infrastruktur dan sumber dayanya terbatas, namun justru karena minimnya kepentingan strategis, Tuvalu dianggap tidak menarik sebagai target militer.
8. Bhutan
Bhutan menyatakan diri netral setelah bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1971. Negara ini terkurung daratan dan dikelilingi pegunungan, yang secara alami memperkuat pertahanan dan mengurangi akses langsung dari luar.
9. Fiji
Sebagai negara kepulauan terpencil di Pasifik, Fiji relatif jauh dari pusat ketegangan global. Sumber daya alam dan hutan lebatnya mendukung ketahanan, sementara kekuatan militernya yang kecil membuatnya tidak terlalu strategis dalam peta konflik dunia.
10. Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki lahan subur, sumber air tawar, serta infrastruktur modern yang dapat mendukung keberlangsungan hidup dalam kondisi krisis global. Kemandirian sumber daya menjadi salah satu nilai tambahnya untuk menjadi tujuan apabila perang dunia III terjadi.
11. Greenland
Wilayah yang sangat terpencil dengan populasi minim ini memiliki kepentingan strategis yang relatif terbatas. Isolasinya membuat Greenland jarang menjadi pusat perhatian dalam skenario konflik global.
Editor : Ikbal Juliansyah