Sukabumi Update

Selat Hormuz Memanas, Trump Ajak Negara-negara Kerahkan Kapal Perang

Presiden AS, Donald Trump. (Sumber : Instagram/@realdonaldtrump)

SUKABUMIUPDATE.com - Imbas penutupan selat oleh Iran, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa “banyak negara” akan mengirimkan kapal perang guna memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap dapat dilalui. Namun, ia tidak merinci secara jelas negara mana saja yang akan ikut berpartisipasi dalam pengiriman kapal perang tersebut.

Situasi ini muncul ketika jalur perairan yang menjadi jalur pengangkutan sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta gas alam cair masih secara efektif tertutup pada hari ke-15 konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu, Trump mengatakan negara-negara yang terdampak oleh upaya penutupan selat oleh Iran akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengirim kapal perang, dengan tujuan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan aman.

Dilaporkan oleh Al Jazeera yang dikutip via Tempo.co, Trump menyebut beberapa negara yang diharapkan ikut berkontribusi, di antaranya China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, serta Inggris.

Dalam postingan tersebut, Trump menegaskan bahwa AS telah menghancurkan 100 persen kemampuan militer Iran. Namun ia mengakui Iran masih bisa mengirim satu atau dua drone, menjatuhkan ranjau, atau mengirimkan rudal jarak dekat di sepanjang Selat Hormuz.

Baca Juga: Terkena Serangan Mortir Hizbullah, Putra Menteri Keuangan Israel Terluka

Ia juga berjanji bahwa sementara itu, AS akan mengebom keluar dari garis pantai dan terus menembak kapal-kapal Iran keluar dari wilayah tersebut. Trump berjanji untuk membuka selat tersebut bisa dilalui dengan aman.

Kepala angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, menanggapi bahwa “Selat Hormuz belum ditutup secara militer dan hanya terkendali. Dalam sebuah postingan di X, ia membalas komentar Trump, dengan mengatakan, Amerika secara keliru mengklaim telah menghancurkan angkatan laut Iran.

Permintaan Trump ini ditanggapi oleh seorang penasihat kebijakan senior Jepang Takayuki Kobayashi. Ia mengatakan pada hari Minggu bahwa ambang batas bagi Tokyo untuk mengirimkan kapal perangnya guna membantu melindungi jalur pelayaran minyak di Timur Tengah adalah "sangat tinggi."

Jepang yang merupakan ekonomi terbesar keempat di dunia ini adalah importir minyak terbesar kelima. Sebanyak 95 persen di antaranya berasal dari Timur Tengah dan 70 persen melewati Selat Hormuz, yang sekarang secara efektif tertutup.

“Saya menganggap ambang batasnya sangat tinggi” untuk mengirim kapal angkatan laut Jepang ke wilayah tersebut berdasarkan hukum Jepang yang berlaku, kata Takayuki Kobayashi, kepala kebijakan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di bawah Perdana Menteri TAKAICHI Sanae, pada Minggu, 15 Maret 2026 yang dilansir dari Arab News.

“Secara hukum, kami tidak mengesampingkan kemungkinan tersebut, tetapi mengingat situasi saat ini di mana konflik ini masih berlangsung, saya percaya ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati,” katanya.

Mengirim Pasukan Bela Diri ke luar negeri merupakan hal yang sensitif secara politik di Jepang yang secara resmi menganut paham pasifisme. Banyak pemilih mendukung konstitusi tahun 1947 yang diberlakukan oleh AS dan menolak perang.

Pekan lalu, Takaichi mengatakan dalam sesi parlemen bahwa "belum ada keputusan" mengenai apakah akan mengirim kapal perang Jepang ke Timur Tengah untuk mengawal kapal tanker. Takaichi diperkirakan akan mengunjungi Washington minggu ini untuk mengadakan pembicaraan dengan Trump, di mana berbagai isu termasuk keamanan di kawasan Asia-Pasifik, serta perang melawan Iran, kemungkinan akan dibahas.

Kobayashi mengatakan bahwa ia ingin melihat Takaichi "memastikan apa niat sebenarnya Presiden Trump" terkait seruannya untuk mengirimkan bala bantuan.

Sumber: Tempo.co (PUTRI MAHARANI KRISTIANA)

 

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT