Sukabumi Update

WHO Laporkan Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, 3 Penumpang Meninggal

Ilustrasi. WHO Laporkan Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, 3 Penumpang Meninggal (Sumber : Freepik.com/@frimufilms)

SUKABUMIUPDATE.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa tiga orang meninggal dunia di atas kapal pesiar yang tengah berlayar di kawasan Samudra Atlantik.

WHO menyebutkan bahwa penyebab satu kematian di antaranya adalah kasus hantavirus atau virus hanta yang terkonfirmasi. Pihak WHO mengungkapkan kasus tersebut pada Minggu, 3 Mei 2026 dan kini tengah menjadi sorotan.

Kasus hantavirus menimbulkan kekhawatiran publik karena infeksinya terbilang langka, tapi berpotensi parah di laut hingga menyebabkan kematian. Bahkan, banyak sekali yang membahas tentang virus tersebut di media sosial.

Mengutip dari Tempo.co, Hantavirus merupakan penyakit yang biasanya ditularkan ke manusia dari hewan pengerat. Wabah tersebut terjadi di kapal MV Hondius, yang berlayar dari Ushuaia di Argentina ke Tanjung Verde.

"Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai," kata WHO seperti dilansir France24 dikutip via Tempo.co pada Rabu, (06/05/2026).

"Dari enam individu yang terdampak, tiga telah meninggal dan satu saat ini berada di perawatan intensif di Afrika Selatan."

Baca Juga: Hantavirus Jadi Sorotan! Seberapa Berbahaya dan Bagaimana Penularannya ke Manusia?

Sebelumnya pada Ahad, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan bahwa telah terjadi wabah "penyakit pernapasan akut parah", yang telah menewaskan sedikitnya dua orang, dengan satu orang lainnya berada di perawatan intensif di Johannesburg.

Pasien yang dirawat di Johannesburg dinyatakan positif hantavirus, keluarga virus yang dapat menyebabkan demam berdarah, kata juru bicara Afrika Selatan, Foster Mohale.

Dalam pernyataannya, WHO mengatakan infeksi hantavirus "biasanya terkait dengan paparan lingkungan (paparan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi).
"Meskipun jarang, hantavirus dapat menyebar antar manusia, dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah dan membutuhkan pemantauan, dukungan, dan respons pasien yang cermat."

Pasangan Suami Istri

Orang pertama di kapal pesiar yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang berusia 70 tahun. Ia meninggal di atas kapal dan jenazahnya saat ini berada di pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan, kata juru bicara Afrika Selatan, Mohale.

Istrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan, di mana ia meninggal di rumah sakit Johannesburg. Otoritas Afrika Selatan belum dapat mengkonfirmasi kewarganegaraan para korban.

Kasus ketiga, seorang warga Inggris berusia 69 tahun, juga dievakuasi ke Johannesburg, tempat ia dirawat di ruang perawatan intensif.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa badan tersebut bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara anggota yang terdampak.

"WHO memfasilitasi evakuasi medis dua penumpang yang menunjukkan gejala, melakukan penilaian risiko penuh, dan mendukung orang-orang yang terdampak di atas kapal," ujar dia.

"Tindakan cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk menekan risiko dan melindungi kesehatan masyarakat."

Baca Juga: Apa Itu Hantavirus? Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

Sebelumnya pada Ahad, sebuah sumber yang dekat dengan kasus tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pasangan asal Belanda termasuk di antara korban tewas. Korban ketiga masih berada di atas kapal.

Diskusi sedang berlangsung untuk memutuskan apakah dua penumpang lain yang sakit harus diisolasi di rumah sakit di Tanjung Verde, setelah itu kapal akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary Spanyol, kata sumber anonim tersebut.

MV Hondius terdaftar sebagai kapal pesiar kutub di situs web beberapa agen perjalanan. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan tur yang berbasis di Belanda, Oceanwide Expeditions.

Salah satu pelayaran menawarkan rencana perjalanan yang berangkat dari Ushuaia menuju Tanjung Verde, dengan singgah di pulau Georgia Selatan dan Saint Helena.

Menurut beberapa situs pelacakan kapal online, MV Hondius berada di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada Ahad. Kapal tersebut dapat menampung sekitar 170 penumpang dan memiliki sekitar 70 awak kapal.

Manusia dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya, atau melalui gigitan atau menghirup debu yang terkontaminasi. Terdapat berbagai jenis hantavirus di berbagai belahan dunia, dengan gejala yang berbeda-beda.

Operator kapal pesiar Oceanwide Expeditions telah dihubungi media, tetapi belum memberi balasan.

Sumber: Tempo.co

Editor : Octa Haerawati

Tags :
BERITA TERKAIT