SUKABUMIUPDATE.com - Warga di wilayah utara dan selatan beberapa hari terakhir dikejutkan dengan manuver pesawat tempur di Langit Sukabumi. Indonesia bersama Prancis saat ini tengah menggelar Latma Pegase 2026, latihan bersama pesawat tempur dimana langit selatan Jawa Barat khususnya Sukabumi dan Banten menjadi rute terbang pesawat-pesawat tempur tersebut.
TNI Angkatan Udara bersama French Air and Space Force (FASF) tengah menggelar interoperabilitas kekuatan udara melalui Air Maneuver Exercise (AMX) Pegase 2026 di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Latihan bersama ini berlangsung Senin 21 September 2026 hingga 25 September 2026.
Latihan diawali dengan penerjunan 10 personel dari Denmatra 1 Brigade Parako 1 Pasgat menggunakan pesawat Airbus A 400 M TNI AU. Rangkaian latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi Air-to-Air Refueling (AAR) yang melibatkan pesawat Airbus A 330 Multi Role Tanker Transport (MRTT), dua pesawat Rafale FASF, serta dua pesawat Rafale TNI AU.
Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb Arie Prasetyo menjelaskan bahwa simulasi AAR merupakan salah satu materi latihan untuk meningkatkan interoperabilitas antarkekuatan udara sekaligus memperluas jangkauan operasional pesawat.
Baca Juga: Siang Ini Kota Sukabumi Terasa Panas Menyengat, Suhu Tembus 33 Derajat Celcius
“Dalam latihan ini, kita mencoba simulasi air refueling untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas sekaligus menambah jangkauan pesawat,” ujarnya dilansir dari portal TNI AU.
Pelaksanaan AMX Pegase 2026 menjadi bagian dari kerja sama pertahanan antara TNI AU dan FASF melalui latihan bersama yang melibatkan berbagai unsur kekuatan udara. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan operasi udara secara terintegrasi.
Melalui latihan bersama tersebut, TNI AU dan FASF terus memperkuat kemampuan interoperabilitas, kesiapan operasional, serta pemahaman prosedur dalam pelaksanaan operasi udara bersama.
Aksi Pesawat Canggih
Prancis mengerahkan 300 personel, empat Pesawat Tempur Rafale F4, tiga Pesawat Tanker A330 Phoenix, dan dua Pesawat Angkut A400M Atlas. Misi Pegase 2026 akan menempuh perjalanan lebih dari 40.000 kilometer dalam waktu sekitar 40 hari. Misi ini menegaskan komitmen FASF dalam mendukung kebebasan navigasi, memperkuat keamanan bersama, sekaligus mempererat hubungan bilateral.
Baca Juga: Muatan Penuh Ikan, KM SS 1 Tenggelam di Perairan Teluk Palabuhanratu Sukabumi
Berbagai armada yang dikerahkan dalam diplomasi udara ini memiliki keunggulannya masing-masing. A400M Atlas merupakan pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT), yang mampu beroperasi untuk berbagai misi, di antaranya mendukung pergeseran misi militer, pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling), serta bantuan kemanusiaan.
Dengan kapasitas angkut hingga 37 ton dan jangkauan terbang jauh, pesawat ini dapat Sistem terintegrasi canggih yang mencakup sistem komunikasi (AFDX, MIDS) auto channel, Navigasi berbasis (GPS, GNSS, FMS, IRS), sistem display HUD (Head Up Display), NTD (Navigation and Tactical Display) dan ECAM (Electronic Centralized Aircraft Monitoring).
Selain itu, A400M juga mampu take off maksimum dengan berat 141.000 kilogram dan dilengkapi dengan sistem surveilance (TCAS, TAWS, DASS, RWR) yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasional dan kinerja dalam setiap penerbangan. Pesawat ini mampu mengudara selama 8 jam tanpa melaksanakan refuel dengan maksimum ketinggian 40.000 feet (kaki).
A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) adalah pesawat tanker yang tidak hanya mampu mengisi bahan bakar di udara, tapi juga memiliki kapasitas menjadi transportasi strategis. Mampu menggangkut hingga 111 ton bahan bakar, menjadikannya sebagai salah satu pesawat tanker dengan kapasitas tertinggi.
Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Kecewa, Maxim Pusat Hanya Kirim Surat Usai Diminta Hadir Temui Ojol
A330 MRTT dapat mendukung misi pengangkutan udara dengan mengerahkan 300 penumpang atau setara dengan 45.000 kilogram kargo. Pesawat ini juga mampu dikonfigurasi untuk misi evakuasi medis, di mana kabin A330 MRTT dapat mengakomodasi hingga 130 tandu dan menyediakan fasilitas perawatan medis penting.
Rafale F4 merupakan pesawat tempur yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi sekaligus, mulai dari duel udara, penyerangan sasaran di darat, pengintaian, hingga operasi antikapal. Dengan kemampuan multi-misi tersebut, Rafale dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi 4.5 yang adaptif terhadap dinamika pertempuran modern.
Keunggulan Rafale terletak pada kombinasi kecepatan tinggi, daya jelajah luas, fleksibilitas multi-role, serta kemampuan Electronic Warfare (EW) tingkat lanjut. Kemampuan itu didukung radar Active Electronically Scanned Array (AESA), sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW), serta data link canggih yang memungkinkan pertukaran informasi secara real-time di medan operasi.
Dengan berbagai sistem peperangan elektronik yang dimiliki, memberi perlindungan mandiri terhadap ancaman rudal udara-ke-udara maupun darat-ke-udara dan menjadikannya platform untuk pertempuran modern.
Baca Juga: Mau Selesaikan Masalah Malah Cekcok, Kronologi Pembacokan di Sukalarang Sukabumi
Lintasi Sukabumi Utara dan Palabuhanratu
Rute terbang latihan bersama ini adalah menuju wilayah selatan perairan banten melalui sukabumi utara dan Palabuhanratu. Perjalanan pesawat-pesawat tempur ini terlihat dari aplikasi radar penerbangan.
Siang ini, Rabu (23/9/2026) pesawar TNI AU dengan kode Herky 17 terlihat bolak-balik bermanuver di perairan selatan banten dan Palabuhanratu. Herky 17 merujuk pada Skadron Udara 17 (Skadud 17) TNI Angkatan Udara yang menggunakan julukan radio “Kencana”
“Kalau ngelewat mah ada dari kemaren suara pesawat teh.. Teu ka tempo ngedenger suarana na doang,” ucap Ilyas warga Palabuhanratu kepada sukabumiupdate, Rabu (23/9/2026).
Editor : Fitriansyah