SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kata-kata kontroversi yang dianggap menyinggung umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bagaimana tidak, dalam sebuah pidatonya, ia menyebutkan nama Muhammad sebagai bahan lelucon.
Dikutip dari Aljazeera, Trump membuat lelucon tentang kepopuleran nama Muhammad ketika mengejek kepresiden Iran dalam sebuah pidato kampanye di Dalton, Georgia.
“Anda tahu, jika Anda ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, katakan saja 'Mohammad'," kata Trump kepada kerumunan orang di Dalton, Georgia.
"Anda memiliki peluang sekitar 65 persen. 'Halo, Mohammad.' Saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Saya tidak pernah salah," ujarnya dengan nada merendahkan.
Trump menyampaikan komentar tersebut saat membahas Iran dalam sebuah rapat umum di hanggar Bandara Kota Dalton, Georgia. Kegiatan itu digelar sebagai bagian dari kampanyenya untuk mendukung kandidat Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.
Sebagaimana diketahui, Muhammad merupakan salah satu nama yang banyak digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia untuk menamai anak laki-laki mereka yang merujuk pada Baginda Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia, misalnya, nama Muhammad kerap disematkan sebagai bagian dari nama lengkap didepan, seperti Muhammad Nada, Muhammad Farhan, hingga Muhammad Zidan.
Muhammadiyah Kecam Pernyataan Trump
Mengutip Suara.com, pernyataan Trump menuai kritik dari berbagai organisasi Muslim dan pegiat hak asasi manusia, salah satunya datang dari Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengecam pernyataan Trump yang dinilai melecehkan nama Muhammad.
"Bagi Trump, Islam dan Moahmmad adalah bahan ejekan. Ini tentu tidak bisa diterima oleh umat Islam karena sangat menyakitkan," tegas Anwar Abbas.
Ia mengatakan, pelecehan terhadap Islam dan nama Mohammad adalah strategi Trump untuk meraih simpati dari massa Partai Republik.
"Trump ingin meraih simpati Yahudi. Karenanya, dia menjadikan Islam sebagai musuh bersama."
Editor : Ikbal Juliansyah