SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence melantik Steven Mnuchin sebagai menteri keuangan Amerika Serikat di Gedung Putih, disaksikan oleh Presiden Donald Trump pada Senin malam waktu setempat.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (14/2), bekas bankir Goldman Sachs dan penyandang dana untuk Hollywood ini akhirnya lolos dalam pemilihan di Senat Amerika Serikat meski dengan angka tipis, 53-47.
Hanya satu anggota Senat dari Demokrat yang mendukung Mnuchin, direktur keuangan Trump saat kampanye pemilihan presiden lalu.
“Keuangan negara kita berada di tangan yang tepat. Ia akan memotong pajak kelas menengah, melakukan reformasi keuangan dan membuka jutaan lapangan kerja baru,†kata Trump dalam acara pelantikan di Ruang Oval.
“Mnuchin juga akan membela industri manusfaktur dari mereka yang mencurangi, mencuri dan merampok Amerika Serikat.
â€Sebagai karyawan Goldman Sachs, Mnuchin, 54 tahun, juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama OneWest Bank. Kinerja Mnuchin saat menjabat sebagai dirut bank itu menjadi catatan hitam Senat karena dianggap memicu 36 ribu nasabah kehilangan tempat tinggal setelah krisis kredit bank pada 2007-2009.
Karena catatan buruk itu, anggota Senat dari Demokrat menolak pencalonannya. "Karir Mnuchin dapat diringkas dalam satu kalimat: memprivatisasi keuntungan dan menimbulkan kerugian bagi publik,†ujar Senator Bob Menendez, dari New Jersey.
Mnuchin, tidak menyebutkan rencananya secara detail setelah dilantik. “Saya berjanji akan menggunakan seluruh kekuatan saya untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memerangi kegiatan teroris dan membuat Amerika hebat kembali,†ujar dia.
Selain bergerak di bidang keuangan, Mnuchin juga membantu produksi sejumlah film besar Hollywood seperti “Avatar," "American Sniper" dan "The Lego Batman Movie," yang pekan ini memperoleh pendapatan US $55,6 juta di AS.
Dalam bidang keuangan, Trump berniat menerapkan regulasi keuangan ketat di bawah reformasi hukum Dodd-Frank, menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih ketat terhadap Cina dan Meksiko agar deficit AS menipis serta mengurangi tingkat pajak binsis.Â
Â
Sumber: TEMPO
Editor : Administrator