SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Polisi Selangor, Dato Sri Abdul Samah Mat, mengumumkan bahwa Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA 2 bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya, sehingga aman untuk dikunjungi banyak orang.
Seperti dilansir Channel NewsAsia, Ahad (26/2), pernyataan ini disampaikannya di KLIA 2, Ahad pagi setelah selesai Operasi Bersama yang memastikan adanya sisa bahan kimia toksin atau bahan berbahaya lain pasca-insiden kasus dugaan pembunuhan pria bernama Kim Chol pada 13 Februari 2013.
Pria bernama Kim Chol sesuai data di paspornya itu diduga kuat adalah Kim Jong-nam, abang tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.
Dua perempuan terlihat mengusap sesuatu ke wajah Jong-nam dalam rekaman di kamera pengawas bandara. Pria berusia 45 tahun itu kemudian mengalami serangan dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
Penyisiran bandara KLIA2 menjadi penting karena berdasarkan hasil otopsi dan pernyataan Menteri kesehatan Malaysia S Subramaniam, penyebab kematian Jong-nam adalah racun VX, senjata perang yang sangat berbahaya. Zat ini dapat menyebabkan kelumpuhan yang memicu kematian dalam waktu singkat.
Operasi Bersama tersebut telah dilaksanakan oleh Pasukan Chemical Biological Radilogical Nuclear Explosive (CBRNe) Polis Diraja Malaysia (PDRM), Pasukan HAZMAT, CBRNe Bomba dan Penyelamat Malaysia serta Pasukan Atomic Energy Licensing Board (AELB) Malaysia.
“Tidak ada bahan kimia toksik atau bahan berbahaya di KLIA 2, dan tidak ada pencemaran bahan berbahaya sehingga KLIA 2 merupakan zona aman†kata Dato Sri Abdul Samah Mat.
Media turut diundang untuk melihat langsung bagaimana operasi tersebut dijalankan di sekitar kawasan insiden pembunuhan di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2).
Sekira 70 media asing dan lokal hadir dengan enam wakil media terpilih menyertai dan diberi kesempatan meliput bagaimana operasi tersebut dilaksanakan secara lebih dekat.
Operasi dilaksanakan mulai pukul 01.45 dan berakhir pada jam 02.45 waktu setempat, atau sejam lebih awal dari Waktu Indonesia Barat (WIB).
Â
Sumber: TEMPO
Editor : Administrator