Sukabumi Update

Petugas Khusus Sterilkan Lokasi Pembunuhan Kim Jon-nam

SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Selangor memastikan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2) steril dari racun dan zat berbahaya lainnya. Bandara tersebut diperiksa karena sebelumnya menjadi lokasi pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

"Kami mengkonfirmasi tidak ada bahan berbahaya. KLIA2 bebas dari segala bentuk kontaminasi, KLIA2 dinyatakan sebagai zona aman,” kata Kepala Kepolisian Selangor Abdul Samah Mat, dilansir dari laman Channel News Asia, Ahad (26/2). 

Penyisiran KLIA 2 dilakukan tim berkostum khusus yang tampak seperti astronot, lengkap dengan masker gas dan mesin deteksi. Pemeriksaan lokasi juga didukung tim forensik dan anggota Badan Perizinan Energi Atom (Atomic Energy Licensing Board) Malaysia. 

Sebagian besar lokasi yang berdekatan dengan terminal keberangkatan KLIA 2 ditutup dengan pita polisi selama sekitar 75 menit, untuk menyisir jejak racun. Didasari fakta penyelidikan kematian Kim Jong-nam, para petugas pun memeriksa dua toilet wanita dan lokasi terkait di bandara tersebut.

“Saya sedikit khawatir. Kenapa mereka tak karantina saja bandara ini?” ujar Hariz Syafiq, 21 tahun, mahasiswa yang dijadwalkan mengambil penerbangan domestik dari KLIA 2, dikutip dari AFP.

Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam sebelumnya mengungkapkan jenis racun yang ditemukan usai otopsi Jong-nam. Pria Korea berumur 46 tahun tersebut diduga tewas oleh racun saraf VX. Racun itu disebutnya sangat mematikan dan bereaksi ke tubuh manusia dalam waktu singkat.

Sathasivam pun memperkirakan Jong-nam tewas dalam durasi 15 hingga 20 menit usai terpapar VX. “Kematiannya terjadi sekitar 15-20 menit setelah dia terkena substansi VX. Saat-saat terakhirnya akan jadi sangat menyakitkan,” ujar Sathasivam, dikutip dari CNN.

Berdasarkan hasil otopsi, Sathasivam mengatakan reaksi racun bekerja saat Jong-nam pingsan di klinik bandara, hingga akhirnya meninggal dalam ambulans saat dievakuasi. Dia mengaku masih membutuhkan sampel DNA, profil gigi, dan tanda tubuh sebelum bisa mengidentifikasi kematian Jong-nam secara resmi. "Setelah kami telah mengidentifikasi orang tersebut, tugas kami selesai," ujar dia. 

 

Sumber: TEMPO

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI