SUKABUMIUPDATE.com - Markas Kepolisian Kota New York pusing tujuh keliling lantaran diberondong panggilan palsu soal ancaman bom di Menara Trump, New York. Panggilan palsu itu meningkat sejak Donald Trump diambil sumpahnya sebagai Presiden Amerika Serikat pada (20/1).
Portal berita TMZ dalam laporannya Sabtu, (25/3), mengatakan, panggilan palsu mengenai keberadaan bom di dalam gedung Menara Trump membuat kepolisian New York pusing.
"Selain memicu rasa panik di kalangan karyawan, juga membuat pengunjung di lokasi tersebut gelisah," tulis TMZ.
Laporan lain menyebutkan, ada juga panggilan yang dilakukan oleh orang yang sama tiga kali berturut-turut dalam sepekan yang sama saat Trump mengangkat sumpah.
Setiap hari petugas New York Police Department (NYPD) dan Badan Intelijen menjalankan operasi untuk memastikan jaminan keselamatan termasuk menggunakan layanan anjing pelacak bom untuk memeriksa setiap tas yang dibawa keluar-masuk pengunjung.
TMZÂ mengungkapkan, setiap tindakan pemeriksaan dan penyisiran lokasi itu membutuhkan biaya, tenaga kerja, dan waktu yang banyak. "Semua itu pemborosan hanya gara-gara panggilan palsu."
Ancaman terakhir dilakukan oleh seorang pria yang mengaku sebagai putra Donald Trump dan mengatakan telah memasang bom di Trump Bar yang terletak di Menara Trump, pada pekan lalu. Kepada bartender yang menerima telepon, pria itu mengatakan, "saya berada di bar sendirian memakai pakaian serba hitam dan saya memiliki bom."
Pihak berwenang melakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan unit anjing pelacak K-9, sebelum akhirnya menyatakan bahwa daerah itu steril dari bom. Insiden ini masih dalam penyelidikan.
Â
Sumber: Tempo
Editor : Administrator