Sukabumi Update

Perintahkan Tembak Mati Penyeru Allahu Akbar, Wali Kota Dicemooh

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Venesia, Italia, Luigi Brugnaro, menjadi bahan tertawaan karena memerintahkan polisi penembak runduk atau sniper untuk menembak mati siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” di alun-alun Santo Markus.

Brugnaro mengungkapkan, perintah itu disampaikannya saat bertemu delegasi pemikir pada musim panas baru-baru ini. Ia tidak mau mengambil risiko pelaku yang berteriak “Allahu Akbar” itu melakukan serangan terlebih dahulu.

"Mereka mengatakan ingin pergi dan bertemu Allah jadi kami akan mengirimkan mereka langsung ke Allah tanpa perlu melempar mereka ke jembatan, tapi kami akan menembak mereka," kata Brugnaro seperti dikutip dari The Sun.co.uk, Rabu, 23 Agustus 2017.

Namun perintah itu menjadi bahan ledekan dalam pertemuan para kepala daerah Italia di Rimini.

Seperti dilaporkan Business Insider, Wali Kota Florensia Dario Nardella sempat berlari ke arah Brugnaro dan berteriak “Allahu akbar.” Aksi Nardella memancing tawa delegasi yang lain.

Nardella kemudian meminta maaf kepada publik atas candaannya yang dinilai mengecilkan aksi teror atau malah dianggap menghina umat Islam.

Toh banyak yang menganggap rasa geli Nardella atas keputusan Brugnaro relevan karena Italia memiliki komunitas Muslim terbesar keempat di Eropa.

Berdasar survai Pew Research pada 2016, Italia mejadi rumah bagi 2,2 juta warga Muslim atau 4 persen dari total penduduk.

Bagi umat Muslim, frase “Allahu akbar” –“Tuhan Maha Besar”—selalu hadir dalam kehidupan mereka sehari-hari. Azan atau panggilan salat lima kali sehari, dimulai dengan empat kali ucapan “Allahu akbar.”

Tak heran jika perintah Wali Kota Venesia untuk segera menembak siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” untuk mencegah ekstremisme di Italia, menjadi berita besar di media-media lokal maupun internasional.

 

Sumber: Tempo

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI