SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah untuk membuka dokumen rahasia kematian mantan presiden John F. Kennedy atau disapa sebagai JFK yang tewas ditembak di Dallas pada tahun 1963, namun perintah ini mendapat tekanan dari Badan Intelijen CIA dan Badan Biro Investigasi FBI.  Â
Trump mengeluarkan perintah pembukaan sebagian dokumen rahasia kematian JFK kemarin, 26 Oktober 2017. Sekitar 2.800 dokumen mengenai kematian JFK diperintahkan untuk dibuka ke publik hari ini.
Sebelumnya, Trump sudah memberitakan seluruh lembaga di pemerintahannya untuk mengkaji informasi dalam dokumen sebelum dipublikasikan,.Â
"Saya perintahkan seluruh lembaga yang pernah mengajukan penundaan untuk membuka seluruhnya informasi agar mengkajinya dan mengidentifikasikan sebanyak mungkin apa yang bisa dibuka ke publik tanpa mencederai kebijakan pertahanan, intelijen, penegakan hukum, dan kebijakan luar negeri," kata Trump seperti dikutip dari Reuters.Â
Trump menegaskan, warga Amerika berhak mendapatkan akses sebanyak mungkin ke dokumen-dokumen mengenai kematian JFK.Â
Namun , seorang sumber dari dalam pemerintahan mengungkapkan bahwa Trump mendapat tekanan dari FBI dan CIA untuk mencegah sejumlah informasi agar tidak dipublikasikan.Â
Direktur CIA, Mike Pompeo menyatakan keberatannya kepada Gedung Putih mengenai sejumlah data rahasia terkait dengan kematian JFK.Â
Jauh sebelumnya, Kongres telah memerintahkan agar semua catatan yang berkaitan dengan penyelidikan atas kematian JFK dibuka  untuk umum, dan menetapkan batas waktunya pada tanggal 26 Oktober 2017.
Ahli yang telah mempelajari pembunuhan JFK pada 22 November 1963 memperkirakan dokumen-dokumen terbaru tidak memberikan rincian mengenai mengapa Lee Harvey Oswald menembak JFK. Â
"Murid-murid saya benar-benar skeptis bahwa Oswald adalah satu-satunya pembunuh yang dibayar, " kata Patrick Maney, seorang profesor sejarah di Boston College.
Pembunuhan JFK adalah yang pertama dari serangkaian pembunuhan bermotif politik, termasuk kematian saudaranya Robert F. Kennedy dan pemimpin hak asasi manusia Martin Luther King Jr., yang mengejutkan Amerika Serikat selama tahun 1960an yang penuh gejolak. JF merupakan salah satu presiden Amerika Serikat yang paling dikagumi.
Perintah Trump membuka dokumen rahasia kematian JFK diharapkan untuk menjawab berbagai kontraversi tentang pelaku dan motif penembakan JFK 50 tahun lalu.
Sumber: Tempo
Editor : Administrator