SUKABUMIUPDATE.com - Arab Saudi mulai mengejar para pengemplang utang negara yang diperkirakan senilai US$ 22 miliar atau sekitar Rp 295 triliun.
Menurut sumber yang tak bersedia disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters, langkah tersebut sengaja ditempuh Putra Mahkota Mohammed bin Salman guna mengumpulkan duit negara yang berada di kantong para taipan.
"Langkah ini sekaligus sebagai ujian Mohammed bin Salman dalam menjalankan reformasi di Kerajaan Arab Saudi," kata sumber yang paham masalah ini.
Di antara yang terjerat utang negara adalah kelompok bisnis Saad Group dan Ahmad Hamad al-Gosaibi & Bros Co (AHAB). Dua raksasa bisnis di Arab Saudi itu collapse pada 2009.
Sumber itu menjelaskan, dua taipan tersebut masih bersaudara dan membangun kerajaan bisnis. Ketika perusahaannya pindah dari Swiss ke Kepulauan Cayman, keduanya bersengketa mengenai utang-piutang. "Siapa yang harus bertanggung jawab," ujar si sumber.
Selain ke negara, AHAB dan Saad Group memiliki utang kepada lebih dari seratus bank internasional, termasuk HSBC, BNP Paribas, dan Citigroup. Saad Group juga punya utang kepada kontraktor Jerman, Siemens AG, dan ribuan karyawan.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kerajaan Arab Saudi menahan pemilik Saad Group, Maan al-Sanea. "Keluarga Al-Sanea mencoba menyelesaikan utang-piutang ini," tulis Reuters.
Sumber: Tempo
Editor : Administrator