SUKABUMIUPDATE.com - Saksi kunci dalam kasus seorang uskup Chili, yang diduga menutupi tindakan pelecehan seksual, mengatakan telah memberikan kesaksian yang membuka mata kepada investigator dari Vatikan.
JuanCarlosCruz, yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh seorang pendeta Chili, FernandoKaradima, memberikan kesaksian kepada Uskup Agung CharlesScicluna. Saat itu, Cruz masih kanak-kanak. Sedangkan saat ini, Karadima telah berusia 87 tahun. Sciclunamerupakan salah satu penyelidik Vatikan berpengalaman dalam soal pelecehan seksual oleh pendeta.
"Ini pengalaman yang baik dan saya meninggalkan tempat ini dengan harapan yang tinggi,†kata Cruz kepada media, Sabtu, 17 Februari 2018. “Saya merasa diri saya didengarkan.. Tadi sangat menegangkan dan sangat detil dan, kadang-kadang, sangat membuka mata bagi mereka.â€
Pada 30 Januari 2018, Vatikan mengumumkan Paus Fransiskus telah menunjuk Scicluna untuk mengecek tudingan terhadap uskup Juan Barros dari diose Osorno di Chili. Barros dituding menutup-nutupi tindak kejahatan seksual Pendeta Karadima terhadap anak-anak gembala lelaki di Chile. Vatikan telah menyatakan Karadima bersalah setelah menggelar investigasi pada 2011. Kadima selalu membantah hasil investigasi ini.
Menurut Cruz, Barros menyaksikan pelecehan seksual oleh Karadima ini, yang merupakan mentor Barros di keuskupan Santiago pada waktu itu. Karadima merupakan orang yang mengajar Barros cara menjadi seorang pendeta.
Keputusan Fransiskus tadi merupakan perubahan drastis dari pernyataannya delapan hari sebelumnya. Saat itu Fransiskus mengatakan kepada jurnalis di pesawat dalam perjalanan pulang dari Amerika Latin, bahwa dia merasa yakin Barros tidak bersalah. Paus mengatakan Vatikan tidak memiliki bukti kongkrit mengenai tuduhan terhadap Barros.
“Untuk pertama kalinya, saya merasa seseorang mendengarkan,†kata Cruz, yang sekarang tinggal di Philadelphia dan bekerja untuk perusahaan multinasoinal di Delaware.
“Kita akan lihat apa hasil dari semua ini. Tapi saya merasa Monsignor Scicluna seorang yang sangat baik. Saya kira dia tulus dan tergerak dengan cerita saya. Dia menangis,†kata Cruz.
Cruz melanjutkan, â€Dia mendengarkan testimoni saya. Saya bercerita soal pelecehan seksual itu, tentang upaya menutup-nutupi kejadian ini. Dan cara para korban yang selamat, tidak hanya saya, diperlakukan.. Dampaknya ini terhadap pribadi seseorang. Dia menangis.. Itu bukan akting.. Saya rasa di merasa peduli dan dia mendengarkan.â€
Ditanya soal testimoni ini, Scicluna menolak berkomentar.
Paus Fransiskus dari Vatikan juga membentuk kembali sebuah komisi, yang sebelumnya telah dibentuk dan berakhir masa tugasnya, untuk menyelidiki semua praktek pelecehan seksual oleh pendeta terhadap anak-anak gembala dan juga orang dewasa yang rentan. Komisi baru ini berjumlah 16 orang dari sebelumnya tujuh orang. Ada 10 orang tokoh dari berbagai profesi non pendeta ikut terlibat untuk memberikan masukan dan bantuan keahlian seperti akademisi dan psikolog.
Sumber: Tempo
Editor : Administrator