Sukabumi Update

Gagal di Olimpiade, Atlet Korea Utara Terancam Dihukum?

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 22 atlet Korea Utara belum juga berhasil mendapatkan medali di Olimpiade Musim Dingin 2018 yang berlangsung di Pyeongchang, Korea Selatan. Mereka pun dikabarkan akan pulang dengan risau dan berharap terhindar dari nasib buruk seperti atlet yang gagal di Piala Dunia 1966.

Olimpiade musim dingin kali ini masih akan berlangsung hingga 25 Februari. Sejumlah atlet Korea Utara yang berlaga, sejauh ini belum ada yang mampu merebut medali. Memang belum semua dari mereka beraksi. Salah satu jagoan mereka, Jong Kwang Bom, 16 tahun, akan berlaga di nomor 500 meter putra balap ski Selasa ini.

Para atlet yang sudah gagal kini menunggu kepulangan dengan hati gelisah. Kantor berita Associated Press melaporkan, para atlet ini khawatir akan mengalami nasib sama seperti atlet Piala Dunia 1966.

Bagi atlet Korea Utara, kegagalan di ajang olahraga internasional memang tak hanya berarti hancurnya harga diri. Mereka biasanya menerima konsekuensi lebih berat.

Tim Korea Utara yang kalah 3-5 dari Korea Utara pada Piala Dunia 1966 dikabarkan dihukum dengan melakukan kerja paksa di Gulag. Pada Piala Dunia 2010, tim sepak bola yang dikalahkan Portugal 7-0 juga tak lepas dari hukuman. Mereka dimaki-maki dan diceramahi selama enam jam dan dianggap telah mengkhianati Kim Jong Un.

Atlet yang gagal di Olimpiade 2016 juga tak berbeda. Mereka yang meraih emas diberi peningkatan alokasi rumah serta mendapat hadiah berlimpah. Adapun mereka yang gagal, menurut media Inggris The Sun, jatah kelas rumahnya diturunkan. Bahkan atlet yang secara khusus disebut Presiden Kim Jon Un telah mengecewakan dikirim kerja paksa ke tambang batu bara.

Kim Hyeong-Soo, warga Korea yang membelot ke Korea Selatan pada 2009, membenarkan para atlet yang gagal biasanya dihukum dengan kerja paksa selama berbulan-bulan.

Untuk Olimpiade musim dingin ini, Korea Utara tampaknya tak siap. Hanya dua dari 22 atlet (7 putra, 15 putri) yang dikirim yang lolos dari babak kualifikasi. Seperti ingin menebus kekurang-siapan itu, mereka mengirim 140 pemain musik, tim taekwondo yang melakukan demonstrasikan aksinya, serta 229 wanita pemandu sorak ke ajang olahraga akbar musim dingin ini.

Sumber: Tempo

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI