TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Viral Kasus Pelecehan Seksual di Kawah Ratu TNGHS, Begini Kronologinya

Ilustrasi pelecehan seksual - Viral Kasus Pelecehan Seksual di Kawah Ratu TNGHS. | Foto: Freepik.com

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah akun media sosial Instagram @irenedea.f membagikan unggahan soal adanya pelecehan seksual non verbal oleh seorang pria kepada pengunjung objek wisata Kawah Ratu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor baru-baru ini. Unggahannya itu pun viral setelah sejumlah akun pendakian gunung juga menyebarluaskan.

Irene Dea (26 tahun), pemilik akun Instagram @irenedea.f kemudian membeberkan kronologi dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada hari Minggu, 22 Januari 2023, sekitar pukul 09.00 WIB ini.

Sebelum bercerita, Irene lebih dulu menjelaskan nama-nama yang terlibat, yakni Idan yang merupakan pacarnya; Taza, adik Idan; Ima adalah pacar Taza; serta Caca dan Atan yang merupakan sepupu Idan.

"Minggu, 22 Januari 2023 sekitar jam 9 pagi, saya dan keluarga sampai di Kawah Ratu jalur Pasir Reungit. Sebelum memulai perjalanan untuk pendakian, saya, Caca, Ima, dan Atan pergi ke toilet terdekat di situ. Posisinya ada di sebelah pos sebelum pendakian," kata Irene kepada sukabumiupdate.com via DM Instagram Rabu (25/01/2023).

Baca Juga: Bunda Corla Percepat Pulang ke Jerman Karena Tak Mau Bikin Gaduh

Irene menuturkan, saat itu di toilet ada dua orang petugas, meliputi satu orang penjaga toilet dan satu orang petugas kawasan. Keduanya tengah duduk tepat di samping musala yang bersebelahan dengan toilet. “Singkat cerita, saya keluar dari toilet dan posisi saya ada di belakang pelaku, yang mana saya melihat jelas apa yang dilakukan pelaku,” ujarnya.

Menurut Irene, ia memergoki pelaku tengah mengambil foto Caca dan Ima yang sedang duduk di samping musala secara diam-diam. "Pelaku pura-pura video call saat itu, dan foto tersebut di-share di grup WhatsApp pelaku," jelasnya.

Irene kemudian tidak tinggal diam, ia kemudian menegur pelaku dan mengancam akan memenjarakan pelaku. “Kemudian pelaku berkelit dengan alasan, sedang foto-foto kegiatan dan di share di grup WA, terlihat oleh saya, pelaku disini mulai ketakutan,” lanjutnya.

"Di situ, foto yang baru saja pelaku kirimkan sudah dihapus. Setelah itu, saya tetap memantau kegiatan pelaku. Masih pada posisi yang sama, saya akhirnya memutuskan menceritakan kejadian tersebut ke Idan. Tanpa basa-basi Idan langsung ke TKP menemui pelaku. Di situ, saya menahan Idan untuk tidak melakukan kekerasan. Akhirnya Idan menyuruh untuk memfoto pelaku dan mencatat namanya," sambungnya.

Baca Juga: Kutek Hijau Rambut Pendek, Mayat Perempuan Tanpa Busana di Sungai Cipelang Sukabumi

Ketika itu, kata dia, Idan mengecek handphone pelaku dan mengancam pelaku bila terbukti melakukan aksi tercela.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT