TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Berakhir Damai, Korban Pelecehan Seksual di TNGHS Terima Permintaan Maaf Pelaku

Foto mediasi oleh Kepala Resort PTNW Gunung Salak II di Buper Sukamantri. | Foto: IG TNGHS

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus dugaan pelecehan seksual non verbal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor, berakhir damai. Korban pun telah menerima permintaan maaf pelaku. Selain itu kejadian ini ternyata terjadi di area Camping Ground Pasir Reungit.

Korban, Irene Dea (26 tahun) melalui akun instagram pribadinya, mengaku telah menerima permohonan maaf yang disampaikan pelaku atas tindakan pelecehan seksual yang terjadi pada Minggu 22 Januari 2023 lalu. Pelaku yang diketahui bernama Ajid (39 tahun) mengambil foto bagian tubuh korban, dan ditemukan foto serupa lainnya di handphone pelaku. Kemudian baik korban maupun pelaku, kedua-duanya merupakan warga Bogor.

Dalam permohonan maafnya, kata Irene, pelaku telah mengakui perbuatannya dan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya. Pelaku diberhentikan dari pekerjaannya di Lokasi Wisata Pendakian Pasir Reungit, TNGHS.

“Melalui hal tersebut, saya bersama dua korban lainnya menerima permohonan maaf yang telah disampaikan dan sangat menghimbau pihak pengelola area wisata untuk dapat terus menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Irene dikutip dari akun instagram pribadinya @irenedea.f, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Terdengar Sama Tapi Beda, Ini Penjelasan Istilah Gaji dan Upah

Usai kejadian ini, Irene berharap TNGHS bisa melakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin agar kasus serupa tidak terulang kembali. Ia pun mengaku tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

Di samping itu, Irene berterima kasih kepada segenap masyarakat dan pihak TNGHS yang telah memberikan dukungan serta upaya untuk mengawal kasus ini hingga selesai. Dari kejadian ini, ia berharap agar masyarakat dapat belajar untuk bisa lebih bijak dalam bersikap.

“Selain itu, saya juga berharap bagi seluruh korban pelecehan seksual lainnya di luar sana agar bisa mendapatkan perlindungan dan hak korban secara maksimal serta mendapatkan hasil akhir/keputusan yang seadil-adilnya,” tandasnya.

Dalam unggahannya, Irene juga menampilkan foto surat permohonan maaf dari pelaku dan surat dari Koperasi Satria Limbah Athalla, pengelola salah satu objek wisata di TNGHS yang mempekerjakan pelaku.

Isi surat yang ditandangani ketua Koperasi tersebut, pelaku telah resmi diberhentikan dari pekerjaannya sebagai risiko atas perbuatannya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT