SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian tengah mendalami informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan kecelakaan kerja di area tambang emas PT Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).
Isu yang beredar melalui pesan berantai di media sosial menyebutkan adanya kemunculan asap tebal akibat ledakan di wilayah Blok Cepu yang diduga menjebak sejumlah pekerja. Meski kabar tersebut telah menyebar luas, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menelan informasi secara mentah-mentah.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran peristiwa tersebut karena akses ke lokasi kejadian masih menunggu koordinasi dengan pihak manajemen perusahaan.
“Belum bisa dipastikan ya karena kita belum bisa masuk ke kawasan Antam, masih nunggu keputusan pihak Antam dulu baru bisa masuk ke dalam karena ga bisa asal masuk orang luar,” kata Ucup saat dikonfirmasi awak media.
Baca Juga: Ada 18 Paket, 2 Pengedar Sabu Jaringan Cilutung Cikole Diciduk Saat Transaksi di Gg Mutholib
Terkait kabar yang menyebutkan adanya ratusan orang yang menjadi korban gas beracun hingga puluhan di antaranya meninggal dunia, AKP Ucup menegaskan bahwa data tersebut belum terkonfirmasi.
"Beredar isu ada 700 orang (korban) katanya, tapi jujur informasi itu belum diketahui kebenarannya. Belum tentu karena gas beracun, dan belum tentu juga karena longsor yang menimpa karyawan Antam. Intinya, semua masih dalam tahap pengecekan," tegasnya.
Terpisah, Corporate Secretary PT Antam, Wisnu Danandi menegaskan bahwa tak ada ledakan di area tambang hingga ratusan orang terjebak di dalamnya.
Baca Juga: Antam Ungkap Fakta di Balik Video Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor Nanggung
"Antam memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang," katanya lewat keterangan tertulis.
Dia menerangkan video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
"Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," katanya.
Editor : Denis Febrian