Sukabumi Update

Yusuf Maulana Tinjau Bendungan Curug, Tegaskan Irigasi Pertanian Tak Boleh Tergeser

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Pansus XI, Yusuf Maulana, melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan air permukaan di Bendungan Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Rabu (14/1/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Panitia Khusus (Pansus) XI, Yusuf Maulana, melakukan pengawasan langsung terhadap pemanfaatan air permukaan di Bendungan Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya DPRD memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan sesuai peruntukan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Pansus XI DPRD Jawa Barat dibentuk untuk mengawal kebijakan strategis pemanfaatan air permukaan, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan industri. Bendungan Curug dipilih sebagai objek pengawasan karena perannya yang krusial dalam sistem irigasi Sungai Citarum, yang menghidupi ribuan hektare lahan pertanian di Karawang dan wilayah sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Yusuf Maulana bersama rombongan Pansus XI meninjau langsung kondisi fisik bendungan, sistem pengaturan debit air, dan melakukan dialog dengan pihak pengelola. Peninjauan ini bertujuan memastikan fungsi bendungan tetap optimal dan tidak terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan air permukaan.

Baca Juga: DPRD Jabar Kawal Pemerintahan Daerah di Sukabumi, Yusuf Maulana Ajak Warga Terlibat

"Bendungan Curug adalah salah satu penopang utama sektor pertanian di Karawang, yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional. Oleh karena itu, pengelolaan air yang tidak tepat dinilai berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan berdampak langsung pada ketahanan pangan," kata dia kepada sukabumiupdate.com.

Dari hasil pengawasan di lapangan, Pansus XI mencatat Bendungan Curug masih berfungsi sebagai pengatur utama aliran air Sungai Citarum untuk kebutuhan irigasi. Namun, pengawasan terhadap pemanfaatan air permukaan dinilai perlu terus diperketat agar kepentingan pertanian tidak tergerus oleh kebutuhan sektor lain. Sinergi antara pemerintah provinsi, pengelola bendungan, dan masyarakat, juga menjadi kunci keberlanjutan fungsi bendungan.

Yusuf menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Pansus XI berkomitmen menjaga pengelolaan air permukaan agar berlangsung secara adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. “Air adalah sumber kehidupan dan penopang pangan. Negara harus hadir memastikan pengelolaannya benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas dia. (ADV)

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT