Sukabumi Update

Menjaga Air, Melindungi Sukabumi: Yusuf Maulana Kawal Ketat Industri dari Hulu

Yusuf Maulana (paling depan) meninjau praktik pemanfaatan air di PT Milagros Putra Mandiri, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Panitia Khusus (Pansus) XI, Yusuf Maulana, turun ke lapangan meninjau praktik pemanfaatan air oleh industri di Kabupaten Sukabumi. Legislator Fraksi PKS ini memimpin rangkaian kunjungan yang dimulai pada 12 Januari 2026 ke PT Asia Health Energi Beverages (Kratingdaeng), dan berlanjut ke PT Milagros Putra Mandiri, perusahaan air minum dalam kemasan, pada 13 Januari 2026.

Bagi Yusuf yang merupakan wakil rakyat asal daerah pemilihan Sukabumi, pengawasan ini bukan sekadar agenda formal Pansus, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat yang hidup berdampingan dengan sumber-sumber air. Ia menegaskan bahwa kehadiran DPRD Provinsi Jawa Barat di lapangan penting untuk memastikan pengelolaan air tidak hanya menguntungkan industri, tetapi juga adil bagi warga dan alam sekitar.

Dalam kunjungan tersebut, Pansus XI membedah secara langsung praktik pengambilan air permukaan oleh perusahaan. Yusuf bersama rombongan memeriksa kesesuaian antara volume air yang diambil dengan izin yang dikantongi perusahaan, sekaligus mencermati mekanisme pengawasan internal yang dijalankan oleh pihak industri.

Yusuf Maulana di kantor PT Asia Health Energi Beverages (Kratingdaeng), Kabupaten Sukabumi. | Foto: IstimewaYusuf Maulana di kantor PT Asia Health Energi Beverages (Kratingdaeng), Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

Baca Juga: DPRD Jabar Kawal Pemerintahan Daerah di Sukabumi, Yusuf Maulana Ajak Warga Terlibat

Tak berhenti pada aspek administratif, Yusuf menyoroti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. "Daerah seperti Sukabumi yang kaya mata air tidak boleh menjadi korban eksploitasi jangka pendek, apalagi jika dampaknya dirasakan oleh masyarakat sekitar dalam bentuk berkurangnya debit air atau rusaknya lingkungan," kata dia dalam keterangannya kepada sukabumiupdate.com.

DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Pansus XI menegaskan posisi tegas bahwa air adalah sumber daya vital milik bersama. Karena itu, menurut Yusuf, industri tidak cukup hanya taat dokumen perizinan, namun juga wajib memperhitungkan dampak sosial dan ekologis dari setiap liter air yang diambil.

Yusuf menyampaikan bahwa aspirasi warga menjadi landasan utama sikap kritis DPRD. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan, agar investasi tidak meninggalkan jejak masalah bagi generasi mendatang.

Kunjungan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya melalui peran aktif Yusuf Maulana di Pansus XI, serius mengawal pengelolaan air. Pesannya jelas: industri boleh tumbuh, tetapi air di Sukabumi harus tetap lestari, adil, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. (ADV)

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT