SUKABUMIUPDATE.com – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) ber-KTP Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial setelah terekam kamera CCTV diduga melakukan penganiayaan terhadap anak majikannya di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 08.22 WIB.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, ART berinisial R terlihat sedang mengasuh dua anak majikannya. Dugaan penganiayaan terjadi saat pelaku menyuapi seorang anak laki-laki. Anak tersebut tampak tersedak dan hendak diberi minum, namun menolak. Pelaku kemudian menampar korban hingga menyebabkan hidungnya mengeluarkan darah.
Peristiwa tersebut diunggah oleh ayah korban melalui akun media sosial pribadinya @fikri.fm. Ia mengaku telah memberhentikan ART tersebut setelah mengetahui kejadian yang menimpa anaknya.
Baca Juga: Pulang Nonton Konser, Pelajar SMP Dibacok OTK di Perkebunan Kelapa Asabaland Ciracap
“Tadinya saya ga akan up video ini, namun sampai detik ini saya tidak ridho manusia ini berkeliaran di Kota Bandung dll. Saya sudah berhentikan dia, dan tadinya mau saya proses hukum, namun pertimbangan dia punya keluarga dsb jadi saya urungkan itu, namun sanksi sosial menurut saya jauh lebih relevan sehingga dia akan sulit diterima dimanapun, apalagi bekerja sebagai ART dan memegang anak,” tulisnya dikutip dari laman media sosial @fikri.fm, Selasa (17/2/2026).
“Namanya adalah Risma asal Sumedang di KTP nya Sukabumi Palabuhanratu,” kata dia.
Baca Juga: Urgensi PTN di Sukabumi, Prof Dede Rahmat Hidayat: Kunci Pemerataan Akses dan Kemajuan Daerah
Dalam keterangan lanjutan, pengunggah juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak kecil, agar berhati-hati dan tidak menerima yang bersangkutan sebagai pengasuh anak. Ia menyebut tindakan kekerasan tersebut bukan pertama kali terjadi.
“Nitip buat siapapun yang memiliki anak kecil dan mencari ART, jangan pernah mau terima manusia ini, dan setelah saya selidiki, dia berhenti dari tempat kerja asalnya karena kasus serupa, ya kekerasan, qadarullah saya baru tahu sekarang. btw, dia sudah berkali-kali melakukan kekerasan kepada anak saya, tapi yang dilakukannya sekarang sudah di fase tidak bisa diterima, dari awal melakukan kekerasan pun saya sudah meminta dia untuk lebih sayang kepada anak saya dan jawabannya selalu manis, dan ya nyari ART cukup sulit juga jadi masih kami tolerir, tapi setelah kejadian ini saya tidak bisa memaafkannya lagi,” ucapnya.
Editor : Asep Awaludin