Sukabumi Update

Ada Proyek Pengembangan Stasiun Bogor, Jalur KRL 6-8 Ditutup Sementara Selama 3 Bulan

Proyek pengembangan Stasiun Bogor dimulai 15 April 2026. Peron jalur 6-8 ditutup 3 bulan, berdampak pada penyesuaian jadwal KRL Commuter Line. (Sumber Foto: Dok. PT KAI)

SUKABUMIUDPDATE.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bersama KAI Commuter resmi memulai proyek pengembangan prasarana di Stasiun Bogor mulai Rabu, 15 April 2026. Proyek yang ditargetkan rampung dalam 90 hari (3 bulan) ini bertujuan untuk memperpanjang Jalur 6, 7, dan 8 agar mampu melayani rangkaian KRL Commuter Line dengan format 12 kereta (Stamformasi 12/SF12) secara penuh.

Selama masa pengerjaan, peron pada jalur 6 hingga 8 akan ditutup total untuk layanan naik-turun penumpang. Langkah ini merupakan respons strategis terhadap tren peningkatan volume pengguna di Stasiun Bogor yang kini rata-rata mencapai 98 hingga 100 ribu orang per hari.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa selama periode pengerjaan, operasional naik-turun penumpang Commuter Line Bogor akan dipusatkan di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5.

"Untuk memudahkan perpindahan penumpang dari pintu masuk sisi barat (Jalan Kapten Muslihat), kami membangun fasilitas selasar dan penyeberangan rel sementara menuju peron jalur 2, 3, 4, dan 5," jelas Karina dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Rekor Dunia: Ada 461 Ribu Tempat Ngopi di Indonesia, Warga Sukabumi Ternyata Doyan Kopi

Selain itu, akses masuk di hall barat akan diatur secara situasional guna mencegah antrean panjang di jam sibuk. Penumpang dari sisi selatan juga disarankan menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bogor Paledang untuk mengakses peron keberangkatan.

31 Jadwal Perjalanan Mengalami Penyesuaian

Pekerjaan teknis ini juga berdampak pada pergeseran waktu perjalanan. KAI Commuter mencatat terdapat 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor yang mengalami penyesuaian waktu sekitar 2 hingga 3 menit dari jadwal semula.

“Terdapat penyesuaian pada 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan. Sementara itu, untuk jadwal pemberangkatan lainnya dipastikan tidak mengalami perubahan,” tambah Karina.

Baca Juga: Sinergi Pemkab Sukabumi dan Penasihat Presiden: Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

Terpisah, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menekankan bahwa peningkatan infrastruktur ini sangat krusial. Sebelumnya, Jalur 6-8 hanya mampu melayani rangkaian maksimal SF10. Dengan perpanjangan jalur ini, kapasitas angkut Stasiun Bogor akan meningkat signifikan setelah SF12 dapat beroperasi penuh di seluruh jalur.

“Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Oleh karena itu, seluruh pekerjaan perpanjangan jalur dan pengembangan peron dilaksanakan dengan standar safety yang ketat agar tidak mengganggu keandalan operasional serta tetap menjamin keamanan pelanggan,” ujar Franoto.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama masa pekerjaan berlangsung. Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menghadirkan layanan yang lebih baik, aman, dan andal ke depannya,” imbuhnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT