SUKABUMIUPDATE.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya yang mengakibatkan pembatalan perjalanan kereta api pada Senin, (20/04/2026), yakni KA Siliwangi 342 (Sukabumi–Cianjur), KA 341 (Cianjur–Sukabumi), serta KA 344 (Sukabumi–Cianjur).
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pembatalan ini demi perjalanan kereta api dan juga keselamatan pengguna.
“Pembatalan ini untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api dan tentunya keselamatan pengguna jasa kereta api,” jelas Kuswardojo, dikutip dalam keterangan yang diterima Sukabumiupdate.com, Senin (20/04/2026).
Baca Juga: Luapan Sungai Cikurutug Gerus Fondasi, Jembatan Linggamanik di Jampangtengah Ambruk
Kuswardojo mengatakan bahwa peristiwa tersebut di petak jalan Cibeber–Lampegan akibat bencana alam berupa kondisi rel yang amblas akibat gogosan (tanah tergerus air), yang terjadi pada Minggu malam, 19 April 2026, pukul 19.55 WIB dan menyebabkan kerusakan pada jalur rel.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya gangguan perjalanan kereta api di petak jalan Cibeber–Lampegan yang terjadi malam tadi,” ujar Kuswardojo.
Ia menjelaskan, gogosan dengan panjang sekitar 12 meter dan kedalaman mencapai 4 meter membuat jalur tidak dapat dilalui untuk sementara waktu. Demi keselamatan perjalanan dan pengguna jasa, sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan.
Baca Juga: Jalur KA Cibeber–Lampegan Amblas Tergerus Air, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan
“Gangguan perjalanan yang diakibatkan oleh adanya gogosan sepanjang 12 meter dengan kedalaman 4 meter mengharuskan kami menghentikan sejumlah perjalanan kereta api yang melintas di lokasi tersebut,” katanya.
Hingga saat ini, proses penanganan di lokasi KM 73+900 hingga KM 74+000 masih terus dilakukan oleh tim KAI. Upaya perbaikan difokuskan agar jalur tersebut dapat segera dilalui kembali.
“Saat ini tim kami masih terus mengupayakan agar lokasi dapat segera dilalui,” tambahnya.
KAI juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa untuk terus memantau informasi terbaru terkait perkembangan penanganan gangguan tersebut.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi diakibatkan gangguan alam ini. Perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tutup Kuswardojo.
Editor : Ikbal Juliansyah