SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, A Yamin, menyatakan dukungannya terhadap program Sekolah Maung yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, konsep Sekolah Maung yang kini diarahkan pada penguatan sekolah unggulan di setiap wilayah KCD (Kantor Cabang Dinas) merupakan langkah strategis untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
“Setiap KCD itu diambil empat SMA unggulan untuk diverifikasi, lalu didukung agar menghasilkan manusia unggul,” ujarnya saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Kamis (30/4/2026).
A Yamin menilai, kebijakan tersebut sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas lulusan pendidikan di Jawa Barat. Ia pun menegaskan dukungannya terhadap program yang berorientasi pada peningkatan mutu.
“Kita tentu mendukung program-program yang tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan manusia yang unggul,” katanya.
Baca Juga: A Yamin Sampaikan Belasungkawa: Tragedi Kereta Bekasi Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem
Namun demikian, ia mengingatkan agar penguatan sekolah unggulan juga diiringi dengan perhatian terhadap sekolah lainnya. Menurutnya, pemerataan kualitas tetap menjadi hal penting dalam pembangunan pendidikan. “Kita dorong yang unggul menjadi lebih unggul, tapi yang di bawah juga harus kita perhatikan agar bisa ikut berkembang,” ujarnya.
Ia juga berpandangan bahwa peningkatan kualitas sekolah unggulan tentu membutuhkan dukungan, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia. “Ketika ingin menciptakan manusia yang siap pakai, tentu harus ada dukungan tenaga ahli dan fasilitas yang memadai,” katanya.
Selain itu, A Yamin turut menyoroti penataan rombongan belajar (rombel) yang menjadi bagian dari kebijakan pendidikan. Ia menilai, pengaturan jumlah siswa dalam satu kelas perlu disesuaikan agar proses pembelajaran berjalan efektif. “Kalau muridnya lebih ideal, interaksi antara guru dan siswa pasti lebih maksimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu penjelasan teknis secara menyeluruh dari pemerintah provinsi. “Secara formal kita belum mendapatkan gambaran utuh karena juklak dan juknisnya masih disusun,” ucapnya.
A Yamin berharap, melalui sinergi antara pemerintah dan DPRD, program Sekolah Maung dapat berjalan optimal serta mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Jawa Barat. (adv)
Editor : Denis Febrian