Sukabumi Update

Wisatawan Tewas Terbawa Arus di Curug Cisadane Bogor, TNGGP Ungkap Kronologinya

Petugas saat mengevakuasi wisatawan perempuan yang jadi terseret arus di Curug Cisadane Bogor, Jumat (1/5/2026). (Sumber Foto: TNGGP)

SUKABUMIUPDATE.com – Seorang wisatawan perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus di Curug Cisadane, Resor PTN Bodogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026 ini memicu kebijakan tegas dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) untuk menutup sementara seluruh aktivitas wisata berbasis sungai di kawasan tersebut.

Humas BBTNGGP, Agus Deni, mengonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat rombongan korban dalam perjalanan pulang dari Curug Cisadane. Korban mencoba menyeberangi Sungai Cisadane dengan bantuan pemandu (guide) dan peralatan tali.

"Namun, saat korban sedang melintas, terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba (air bah) yang membuat arus menjadi sangat deras," ujar Agus Deni dikutip dari siaran pers yang diterima sukabumiupdate.com, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Semua Wisata Alam Berbasis Sungai di TNGGP Ditutup Mulai 3 Mei

Arus yang meluap tersebut menyeret korban dan pemandunya. Sang pemandu berhasil menyelamatkan diri, namun korban terlepas dari pegangan dan hanyut terbawa aliran sungai.

Setelah menerima informasi pada pukul 16.30 WIB, lanjut Agus Deni, Tim Pokdarwis Kampung Ciwaluh bersama petugas BBTNGGP dan masyarakat segera melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan tersangkut di bebatuan, berjarak sekitar 400 meter dari titik awal kejadian.

"Berdasarkan pengecekan awal di lokasi oleh tim evakuasi yang berada di tempat kejadian, korban diduga telah meninggal dunia," ungkapnya.

Meski terkendala hujan lebat, kata Agus Deni, proses evakuasi terus dilakukan hingga korban berhasil dibawa ke RSUD Ciawi Bogor pada pukul 20.54 WIB. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah korban telah diberangkatkan menuju rumah duka di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026) dini hari setelah pengurusan administrasi selesai.

"Setelah pengurusan administrasi di RSUD Ciawi dan Polsek Cijeruk selesai, pukul 03.00 WIB jenazah korban berangkat menuju rumah duka, Jakarta," jelas Agus.

Baca Juga: Cantik Tapi Terlarang, Curug Sudin Ditutup Karena Masuk Zona Konservasi TNGGP

Menanggapi insiden tragis ini, BBTNGGP menyatakan duka cita mendalam dan berkomitmen membantu pemenuhan klaim asuransi jiwa bagi keluarga korban. Sebagai langkah preventif, pihak pengelola mengambil kebijakan tegas dengan menutup sementara seluruh aktivitas wisata alam berbasis sungai di kawasan TNGGP.

"Sehubungan dengan kondisi cuaca dan kejadian tersebut, BBTNGGP melakukan penutupan sementara wisata alam berbasis sungai di TNGGP dan mengimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu mematuhi arahan petugas dan pemandu wisata, menghindari aktivitas di aliran sungai saat kondisi cuaca hujan atau berpotensi terjadi peningkatan debit air, serta mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan dalam setiap aktivitas wisata alam," tutur Agus.

Agus juga memastikan BBTNGGP akan selalu berupaya melakukan evaluasi terhadap prosedur dan pengelolaan aktivitas wisata di kawasan, khususnya pada titik-titik rawan seperti penyeberangan sungai.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan pengunjung serta pengawasan di kawasan konservasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang," tandasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT