SUKABUMIUPDATE.com – Program pelatihan keterampilan melalui Mobile Training Unit (MTU) di Kabupaten Sukabumi resmi ditutup pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang diikuti sebanyak 60 peserta tersebut berlangsung di Aula King Raos, Cibatu, Kecamatan Cisaat, selama lima hari sejak 4 Mei 2026.
Pelatihan MTU merupakan program yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat berkolaborasi dengan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan di sejumlah bidang keterampilan, mulai dari tata boga, rias kecantikan, hingga barista. Program ini bertujuan membekali masyarakat dengan kemampuan praktis agar dapat menciptakan usaha mandiri dan meningkatkan peluang kerja.
Peserta yang mengikuti pelatihan juga menerima sertifikat serta bantuan peralatan usaha untuk mendukung langkah awal mereka dalam berwirausaha.
Pada acara penutupan, Muhammad Jaenudin mengatakan program MTU menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya mengurangi angka pengangguran.
Baca Juga: ICW Lapor KPK: Dugaan Korupsi Sertifikasi Halal di Badan Gizi Nasional
“Ini merupakan bentuk perhatian Pemprov terhadap pengentasan angka pengangguran di Jawa Barat karena melalui kegiatan ini diharapkan peserta bisa berwirausaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta untuk membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan seperti MTU sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
Peserta pelatihan Barista | Foto : dok.peserta
Yasir (38), salah seorang peserta pelatihan barista asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disnakertrans Jabar dan Anggota DPRD Jabar Muhammad Jaenudin atas fasilitasi pelatihan yang diberikan. Yasir menyebut pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya untuk membuka usaha baru.
“Pelatihannya sangat padat, materi-materinya tentunya sangat bermanfaat sebagai pemahaman baru untuk membuka usaha,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang tersebut.
Yasir mengaku bangga bisa mengikuti pelatihan tersebut. Selain mendapatkan materi tentang barista, ia juga menerima bantuan peralatan untuk membuka usaha. “Dikasih peralatan semacam grinder dan lain-lain. Lumayan, karena kalau beli sendiri harganya mahal. Ada uang saku juga,” imbuhnya.
Baca Juga: Puskesmas Kalibunder Sasar Setiap Sekolah Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Anak
Meski demikian, Yasir berharap ke depan ada pembinaan lanjutan, baik berupa pelatihan tingkat lanjut maupun pendampingan usaha. “Harapannya ada pelatihan tingkat lanjut untuk menambah skill, utamanya juga ada pembinaan atau pendampingan usahanya,” ucapnya.
Editor : Syamsul Hidayat