SUKABUMIUPDATE.com - Acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di Kota Cirebon benar-benar menjadi sebuah suguhan visual yang memanjakan mata. Salah satu daya tarik utamanya adalah penampilan tari Bedaya dari Keraton Kasepuhan.
Selain itu, acara ini turut dimeriahkan oleh aksi para pria berotot bak binaragawan profesional yang membawakan kesenian Binaraga Jebor Jatiwangi.
Kesenian unik ini merupakan tradisi khas dari Jatiwangi, sebuah wilayah di Jawa Barat yang dikenal sebagai sentra produksi genteng. Menariknya, para penampil berbadan kekar tersebut bukanlah binaragawan biasa, melainkan para buruh pabrik genteng tradisional yang sehari-harinya bekerja di sana.
Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, Rumah 3 Lantai di Cisaat Ambruk Bertahap Mengancam Warga
Selain berpose, peserta beratraksi membawa tumpukan genteng layaknya pengganti barbel. Biasanya atraksi diselenggarakan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus.
Dalam kirab tersebut juga diarak Mahkota Binokasih dari titik awal di Taman Pedati Gede hingga titik akhir di Alun-alun Keraton Kasepuhan.
Ribuan masyarakat antusias menyaksikan perjalan kirab budaya dan atraksi kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan di panggung utama Alun-alun Keraton Kasepuhan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Cirebon dan tiga keraton yang hadir menampilkan seni budaya.
Baca Juga: Permudah Bayar Pajak, Bapenda Sukabumi dan BJB Kolaborasi Perkuat Sistem Digital
Dari Cirebon, kirab budaya akan berlanjut ke Kota Bandung.
"Nanti malam Minggu tanggal 16 Mei kita akan mengikuti kegiatan di Bandung, lalu malam Senin ada ada drama kolosal di Gedung Sate," jelas KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan kegiatan kirab budaya tidak untuk membangun cerita masa lalu, tetapi membangun jembatan masa lalu dan masa depan.
"Karena banyak di antara kita hari ini berbicara masa depan tetapi tidak mengerti sejarah masa lalu. Banyak orang juga yang hanya cerita masa lalu tidak mau bicara masa depan. Saya mengambil dua-duanya masa lalu adalah histori, masa lalu adalah filosofi, masa lalu adalah ideologi, masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan. Tak ada negara besar yang tidak terikat terhadap masa lalunya," tegas KDM.
Kirab juga dilaksanakan untuk menegaskan kembali kekayaan budaya Jabar yang luar biasa.
Baca Juga: Bersaing Ketat, Hitung-hitungan Persib dan Borneo FC Berebut Gelar Juara Super League
"Bukan hanya cerita dan mimpi adanya Padjadjaran. Karena dibuktikan dengan fakta sejarah melalui Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih yang sampai hari ini masih berdiri kokoh," tuturnya.
Kirab budaya di Cirebon bertema Mahkota Bertahta Cinta itu juga cukup spesial dengan hadirnya seni budaya dari Jakarta, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, wilayah yang berbatasan dengan Jabar.
Sumber: Humas Jabar
Editor : Ikbal Juliansyah