SUKABUMIUPDATE.com — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap dua bobotoh asal Kabupaten Sukabumi viral di media sosial dan kini berujung laporan resmi ke pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi saat euforia konvoi kemenangan Persib Bandung usai memastikan gelar juara di Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026) lalu. Rekaman video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap korban pun ramai beredar di berbagai platform media sosial.
Dari hasil penelusuran, dua korban diketahui bernama Adul (25) dan Misbah (25), warga Kampung Tagog, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.
Kasus pengeroyokan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dengan pendampingan komunitas RX King serta aparat pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Pabuaran, Dede Hidayat, membenarkan adanya proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan tindak pengeroyokan tersebut. Ia mengaku turut mendampingi kedua korban saat membuat laporan polisi di Kota Bandung.
Baca Juga: Bertemu Emmanuel Macron, Prabowo Ingin Bahasa Prancis Jadi Pelajaran di Sekolah
“Betul, kasus tersebut saat ini sedang diproses secara hukum. Kami mendampingi korban membuat laporan di Polsek Sumur Bandung, Kota Bandung, pada Jumat dini hari (29/5/2026) sekitar pukul 01.00 sampai 02.00 WIB,” ujar Dede kepada sukabumiupdate.com.
Menurut Dede, dalam laporan tersebut terdapat tiga orang terlapor yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan. Ketiganya disebut merupakan bobotoh Persib sekaligus bagian dari komunitas Distrik Viking Frontline.
“Pelaporan dibantu komunitas RX King, dan kami bersama anggota Polsek Lengkong turut mendampingi proses pelaporan korban,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, video dugaan pengeroyokan terhadap seorang bobotoh yang disebut merupakan warga Jampang, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Peristiwa tersebut diinformasikan terjadi di tengah euforia konvoi juara Persib Bandung di Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026) lalu.
Kakak korban, Rendy Randika, membenarkan bahwa kedua pria dalam video viral tersebut merupakan adiknya. Saat kejadian, dirinya juga berada di lokasi namun terpisah beberapa kendaraan.
Baca Juga: Teknologi Food Fraud: Praktik Kecurangan Pangan Marak, Seperti Kopi Campur Jagung
“Ya betul, itu kedua korban merupakan adik saya. Waktu kejadian saya ada di depan, terhalang tiga sepeda motor,” ujar Rendy kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (28/5/2026).
Rendy menjelaskan, peristiwa bermula saat arus kendaraan dalam kondisi padat di tengah konvoi kemenangan Persib Bandung. Saat itu, kendaraan roda dua disebut sempat diminta berhenti untuk tidak maju terlebih dahulu.
Namun, sepeda motor yang dikendarai korban disebut sudah terlanjur berada di tengah kepadatan arus lalu lintas sehingga sulit untuk bergerak mundur.
“Jadi kronologisnya sepeda motor dilarang maju dulu, namun sepeda motor yang dikendarai adik saya tanggung sudah maju dalam kondisi lalu lintas macet. Terus disuruh mundur susah karena di belakang juga sama padat dan macet,” katanya.
Editor : Asep Awaludin