SUKABUMIUPDATE.com – UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menyusun peta jalan (roadmap) percepatan akreditasi Laboratorium Pengujian Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pengujian sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap hasil uji laboratorium.
Roadmap tersebut dipaparkan Kepala BP Mektan Jabar, Anggi Jingga, dalam Seminar Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Provinsi Jawa Barat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Cimahi.
Dalam kesempatan itu, Anggi mempresentasikan Rancangan Aksi Perubahan (RAP) bertajuk "Akselerasi Proses Akreditasi Laboratorium Pengujian Alat Mesin Pertanian Melalui Penyusunan Dokumen Sistem Mutu dan Digitalisasi Arsip Terpusat".
Menurut Anggi, keberadaan laboratorium pengujian alsintan yang terakreditasi memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas, keandalan, dan validitas hasil pengujian alat dan mesin pertanian yang beredar di masyarakat.
"Laboratorium pengujian yang terakreditasi akan mampu menyediakan hasil uji yang konsisten, andal, dan akurat sesuai standar yang ditetapkan. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan pengguna layanan sekaligus mendukung pengawasan mutu alsintan di Jawa Barat," ujar Anggi.
Baca Juga: Anggi Jingga Tekankan Sinergi Stakeholder dalam Akreditasi Laboratorium Alsintan
Ia menjelaskan, proses akreditasi dilakukan secara bertahap melalui target jangka pendek, menengah, dan panjang yang telah disusun dalam roadmap organisasi.
Pada tahap jangka pendek selama dua bulan, BP Mektan Jabar menargetkan tersedianya dokumen sistem mutu laboratorium serta sistem penyimpanan arsip digital terpusat untuk mendukung pengelolaan dokumen manajemen mutu.
Tahapan tersebut akan diperkuat melalui penerapan inovasi SADASA atau Sistem Digital Dokumentasi Akreditasi yang memungkinkan seluruh dokumen mutu tersimpan secara terintegrasi dan mudah ditelusuri saat proses audit maupun asesmen.
"Kami melakukan transformasi pengelolaan dokumen dari sistem berbasis kertas menjadi sistem digital terpusat sehingga proses pengendalian dokumen menjadi lebih efektif, aman, dan mudah diakses sesuai kewenangan masing-masing pengguna," jelasnya.
Selain penguatan dokumentasi, BP Mektan juga mengembangkan Klinik ISO 17025 Mandiri sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia laboratorium. Program ini dirancang untuk mempercepat pemahaman personel terhadap klausul-klausul ISO/IEC 17025 melalui pendampingan internal dan mentoring silang dengan laboratorium yang telah terakreditasi.
Pada tahap jangka menengah selama enam bulan hingga satu tahun, BP Mektan akan melaksanakan uji banding antar laboratorium, audit mutu internal, kalibrasi peralatan pengujian, serta pendaftaran akreditasi melalui sistem Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Menurut Anggi, tahapan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh proses pengujian telah memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan sebelum memasuki proses asesmen resmi.
Dalam mendukung efektivitas pelaksanaan roadmap, BP Mektan juga menerapkan pendekatan Lean Laboratory Management guna meningkatkan efisiensi proses kerja laboratorium, mulai dari penerimaan permohonan pengujian hingga penerbitan laporan hasil uji.
"Melalui pendekatan inovasi digitalisasi SADASA, pembentukan Klinik ISO 17025 Mandiri, dan penerapan Lean Laboratory Management, kami optimistis proses akreditasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien," kata Anggi.
Sementara itu, pada tahap jangka panjang selama dua tahun, BP Mektan menargetkan Laboratorium Pengujian Alsintan memperoleh sertifikasi akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional serta mampu mengembangkan ruang lingkup layanan pengujian terhadap berbagai jenis alsintan yang terus berkembang.
Anggi menambahkan, keberhasilan akreditasi laboratorium tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan pengujian, tetapi juga mendukung indikator kinerja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat melalui peningkatan mutu alat dan mesin pertanian yang digunakan petani.
"Dengan laboratorium yang terakreditasi, mutu alsintan yang beredar dapat lebih terjamin sehingga mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Barat," pungkasnya. (adv)
Editor : Denis Febrian