Sukabumi Update

Apel Pagi BP Mektan Jabar Bahas Pentingnya LP2B dan Peran Mekanisasi dalam Ketahanan Pangan

Suasana apel pagi BP Mektan Jabar, Senin (15/6/2026). (Sumber Foto: Dok. BP Mektan Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menggelar apel pagi rutin di lingkungan kantor BP Mektan, Bojongpicung, Cianjur, Senin (15/6/2026).

Dalam apel tersebut, Ketua Tim Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) UPTD BP Mektan Jabar, Tatang Sulaiman, yang bertindak sebagai pembina apel, menyampaikan materi mengenai pentingnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian di tengah tingginya laju alih fungsi lahan.

Tatang menjelaskan, LP2B merupakan kebijakan yang bertujuan melindungi lahan pertanian produktif agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan nonpertanian seperti perumahan maupun industri.

Pentingnya LP2B juga telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 27 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

"LP2B ini untuk mengantisipasi alih fungsi lahan. Saat ini banyak lahan sawah yang berubah menjadi perumahan maupun kawasan industri. Karena itu pemerintah mengatur perlindungan lahan pertanian melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan," ujar Tatang.

Baca Juga: BP Mektan Jabar Dorong Adopsi Teknologi Drone Pertanian di Jawa Barat

Menurutnya, keberadaan LP2B menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui kebijakan tersebut, lahan sawah yang telah ditetapkan atau disertifikasi sebagai lahan pertanian berkelanjutan diharapkan tetap dipertahankan fungsinya untuk produksi pangan.

"Tujuannya agar lahan-lahan sawah yang produktif tidak mudah dialihfungsikan sehingga tetap mampu mendukung ketahanan pangan," katanya.

Namun demikian, Tatang menegaskan bahwa keberlanjutan lahan pertanian tidak cukup hanya dengan perlindungan status lahan. Menurutnya, produktivitas pertanian juga harus didukung melalui penerapan mekanisasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Ia mencontohkan, lahan yang telah masuk LP2B perlu didukung dengan sarana dan prasarana pertanian modern, mulai dari pompa air untuk irigasi, traktor untuk pengolahan lahan, hingga combine harvester untuk mendukung proses panen.

"Kalau lahannya sudah dilindungi tetapi tidak ditunjang dengan mekanisasi, produktivitasnya tidak akan optimal. Karena itu peran mekanisasi pertanian sangat penting dalam mendukung keberlanjutan lahan pertanian," jelasnya.

Dalam arahannya kepada para pegawai, Tatang juga menekankan pentingnya sinergi antarbidang di BP Mektan. Tim pengembangan, kata dia, didorong terus berinovasi menciptakan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi pertanian di Jawa Barat.

Sementara itu, tim pengujian memiliki peran untuk melakukan identifikasi dan pengujian terhadap berbagai inovasi alsintan yang telah dikembangkan sebelum diterapkan secara luas kepada petani.

"Tim pengembangan harus terus berinovasi menciptakan alat-alat pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Kemudian hasil pengembangan tersebut diuji oleh tim pengujian untuk memastikan efektivitas dan kesesuaiannya dengan kondisi lokasi pertanian," ungkapnya.

Melalui penguatan perlindungan LP2B dan dukungan mekanisasi pertanian, BP Mektan Jabar berharap sektor pertanian dapat semakin produktif, efisien, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa mendatang. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT