Sukabumi Update

BP Mektan Jabar Kembangkan Laboratorium Pompa Air dan Uji Daya Mesin, Target Rampung Oktober 2026

Kepala UPTD BP Mektan Jabar Anggi Jingga saat memaparkan progres pembangunan dua gedung lab baru. (Sumber Foto: Dok. Distanhorti Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat tengah mengembangkan dua fasilitas strategis berupa Laboratorium Pompa Air dan Laboratorium Uji Daya Mesin di kawasan BP Mektan, Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Pembangunan kedua fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Progres pembangunan tersebut sempat dipaparkan langsung BP Mektan Jabar saat menerima kunjungan kerja Kepala Distanhorti Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat bersama Sekretaris Dinas Yanti Hidyatun dalam agenda evaluasi pembangunan dan revitalisasi UPTD, Rabu (3/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BP Mektan menyampaikan perkembangan pekerjaan, kesiapan perencanaan, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan pembangunan.

Kepala UPTD BP Mektan Jabar Anggi Jingga mengatakan, secara umum tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Namun, sempat terjadi keterlambatan pada tahap penyerapan anggaran akibat kendala pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

"Kami memaparkan kepada Pak Kepala Dinas terkait progres pekerjaan, termasuk kendala dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Kendala utama kemarin berada pada sistem SIPD yang sempat terkunci sehingga berpengaruh terhadap proses penyerapan anggaran," ujar Anggi kepada sukabumiupdate.com, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Apel Pagi BP Mektan Jabar Bahas Pentingnya LP2B dan Peran Mekanisasi dalam Ketahanan Pangan

Meski demikian, ia memastikan seluruh proses perencanaan telah selesai sejak awal tahun sehingga pekerjaan fisik dapat segera berjalan setelah sistem kembali normal.

"Perencanaan sudah matang sejak awal tahun. Mulai dari gambar desain, detail engineering design hingga RAB sudah selesai sejak Maret. Saat ini pekerjaan fisik yang sudah berjalan adalah urugan lahan dan pembangunan dinding penahan tanah (DPT)," jelasnya.

Kepala BP Mektan Jabar Anggi Jingga saat memaparkan progres pembangunan dua gedung lab baru di depan pimpinan Distanhorti Jabar.Kepala BP Mektan Jabar Anggi Jingga saat memaparkan progres pembangunan dua gedung lab baru di depan pimpinan Distanhorti Jabar.

Menurut Anggi, pembangunan Laboratorium Pompa Air dan Laboratorium Uji Daya Mesin menjadi fokus utama proyek pengembangan BP Mektan tahun ini. Sementara pekerjaan lainnya seperti urugan, pembangunan benteng penahan tanah, dan jalan lingkungan merupakan infrastruktur pendukung.

"Dua gedung laboratorium itu menjadi aktor utama pembangunan tahun ini. Sedangkan pekerjaan lain seperti urugan dan DPT merupakan tahapan pendukung sebelum bangunan utama didirikan," katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan kedua laboratorium tersebut merupakan implementasi konkret program prioritas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertajuk "9 (Salapan) Lengkah Membangun Jabar Istimewa", khususnya Lengkah ke-2 yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur pertanian dan pompanisasi untuk mendukung ketahanan pangan Jawa Barat.

Laboratorium Pompa Air nantinya akan mendukung pengembangan dan pengujian teknologi pompanisasi yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan layanan irigasi pertanian.

"Laboratorium pompa air ini sangat strategis karena mendukung program pompanisasi Jawa Barat. Mudah-mudahan program ini tetap menjadi prioritas dan tidak terdampak signifikan oleh kebijakan efisiensi anggaran," ujar Anggi.

Baca Juga: BP Mektan Jabar Susun Roadmap Akreditasi Lab Alsintan, Target Raih Sertifikasi ISO 17025 dalam 2 Tahun

Selain mendukung program ketahanan pangan, keberadaan kedua laboratorium tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat melalui layanan pengujian dan sertifikasi alat dan mesin pertanian.

Fasilitas tersebut akan melayani pengujian teknis berbagai alat dan mesin pertanian milik produsen maupun distributor alsintan sehingga kualitas dan performanya dapat dipastikan sebelum digunakan oleh petani.

Melalui layanan pengujian yang terstandar, pemerintah juga dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat tani melalui kepastian mutu alat dan mesin pertanian yang digunakan, baik dari sisi efisiensi energi maupun kinerja operasional.

Di sisi lain, kehadiran laboratorium modern tersebut diharapkan mampu memperkuat reformasi birokrasi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel dalam bidang mekanisasi pertanian.

Anggi menambahkan, Kepala Distanhorti Jawa Barat dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan seluruh kepala UPTD mengenai kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena itu, setiap program pembangunan harus dipastikan memiliki manfaat yang jelas dan berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Meski terdapat tantangan efisiensi anggaran, BP Mektan optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

"Kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai dalam waktu sekitar empat bulan sehingga pada Oktober 2026 seluruh pembangunan sudah rampung dan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan mekanisasi pertanian di Jawa Barat," pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT