Sukabumi Update

Maaf Saja Tak Cukup, Komnas Perempuan Minta Om Zein Perbaiki Cara Pandang Pada Wanita

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber : Instagram)

SUKABUMIUPDATE.com - Permintaan maaf Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein atas polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat dinilai belum tuntas oleh Komnas Perempuan. Walau mengapresiasi langkah tersebut, Komnas Perempuan menuntut adanya perubahan sudut pandang yang nyata terhadap perempuan.

Menurut Komisioner Komnas Perempuan Sri Agustini, status pejabat publik yang melekat pada Om Zein menuntut tanggung jawab dalam setiap ucapan maupun produk karya yang dipublikasikan.

"Permintaan maaf harus dibarengi dengan bagaimana dia memperbaiki komunikasi dan cara pandangnya terhadap perempuan. Itu menjadi penting karena bagaimanapun beliau adalah pejabat publik yang harus mempertanggungjawabkan apa yang disampaikannya kepada publik," kata Sri Agustini kepada Suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2026), dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: Jelang Vonis, Mahasiswa Gelar Aksi Bela dr. Silvi di Depan Kejari Kota Sukabumi

Menurut Sri, polemik lagu tersebut tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai persoalan pilihan kata atau gaya komunikasi. Sebab, pernyataan seorang pejabat publik memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat, budaya birokrasi, hingga arah kebijakan negara.

"Ketika seorang pejabat menyampaikan pernyataan yang merendahkan dan mendiskreditkan harkat serta martabat perempuan, termasuk di dalamnya melecehkan dan melakukan objektifikasi terhadap perempuan, dampaknya tidak hanya berhenti di ruang komunikasi publik," ujarnya.

Sri menilai pernyataan seperti itu berpotensi melegitimasi diskriminasi berbasis gender, memperkuat bias dalam pelayanan publik, hingga menghambat upaya negara mewujudkan kesetaraan dan perlindungan hak-hak perempuan.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Medical Check Up Menyeluruh Jadi Syarat Perpanjangan SIM

"Karena itu, persoalan ini harus dipahami sebagai isu hak asasi manusia dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, bukan sekadar persoalan pilihan kata atau gaya komunikasi," ucapnya.

Ia menambahkan, polemik tersebut semestinya menjadi momentum untuk memperkuat pengarusutamaan perspektif gender dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama di kalangan pejabat publik.

Sebelumnya, Om Zein telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya perempuan, atas polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat. Ia menjelaskan lagu tersebut ditulis pada 2020 ketika dirinya mengaku masih memiliki cara pandang yang berbeda dan menyebut dirinya saat itu masih "nakal".

Baca Juga: Dugaan Terpeleset ke Sungai Cicatih, Hilangnya Bocah 5 Tahun di Parungkuda Masih Misteri

Lagu tersebut menuai kontroversi karena liriknya dinilai mengandung muatan seksis dan merendahkan martabat perempuan. Polemik itu memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk somasi dari kelompok masyarakat sipil. Kementerian Dalam Negeri juga telah memanggil Om Zein untuk memberikan klarifikasi.

Bagi Komnas Perempuan, kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap ucapan maupun karya yang disampaikan pejabat publik memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Karena itu, perubahan cara pandang terhadap kesetaraan gender dinilai jauh lebih penting daripada sekadar menyampaikan permintaan maaf.

Sumber: Suara.com

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT