Sukabumi Update

KDM Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber Foto: Biro Adpim Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan para orangtua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak-anak. Menurutnya, kebiasaan bermain gawai terlalu lama dapat berdampak buruk terhadap kesehatan karena membuat anak kurang bergerak dan tidak mengoptimalkan energi dari asupan gizi yang dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bertema “Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global” di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

Menurut KDM, tantangan kesehatan di masa depan bukan hanya persoalan kekurangan gizi, tetapi juga bagaimana gizi dan nutrisi yang masuk ke tubuh dapat diolah menjadi energi melalui aktivitas fisik yang cukup.

"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," kata KDM.

Baca Juga: Atasi Kekurangan Guru, Pemprov Jabar Kirim 1.147 Mahasiswa UPI ke Sekolah-sekolah

Ia menjelaskan, penggunaan gawai secara berlebihan membuat anak-anak lebih banyak duduk dan minim aktivitas fisik. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, bahkan penyakit yang sebelumnya identik dengan orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak.

"Dampaknya, anak-anak menjadi mudah sakit dan tingkat emosinya lebih tinggi. Beberapa penyakit seperti diabetes dan gagal ginjal yang dulu banyak ditemukan pada orang dewasa, sekarang mulai muncul pada anak-anak," ujarnya.

Karena itu, KDM mengajak para orangtua untuk lebih memperhatikan pola hidup anak, mulai dari membatasi penggunaan gawai hingga mendorong mereka aktif bergerak melalui berbagai kegiatan fisik.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola konsumsi anak dengan membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih serta memperbanyak asupan makanan bergizi.

Baca Juga: Siapkan Pemimpin Masa Depan, Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Industri

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas gizi ibu hamil sebagai bagian dari upaya membangun generasi sehat sejak dalam kandungan.

Menurutnya, Pemprov Jabar tengah merumuskan skema yang memungkinkan ibu hamil mendapatkan akses lebih mudah terhadap makanan bergizi selama masa kehamilan.

"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," jelas KDM.

KDM menegaskan, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap makanan bergizi, minuman berkualitas, dan lingkungan yang sehat.

"Secara material, negara harus bertanggung jawab terhadap asupan makanan bergizi, minuman yang berkualitas, udara yang bersih, dan seluruh aspek yang mendukung perkembangan manusia dalam setiap fase kehidupannya," pungkasnya. (adv)

Sumber: Humas Jabar

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT