SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat, Anggi Jingga, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Distanhorti Jabar menerapkan nilai-nilai Pancawaluya dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Anggi saat memimpin apel pagi di Kantor Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Senin (20/7/2026). Menurutnya, nilai-nilai Pancawaluya yang saat ini menjadi dasar pembangunan karakter peserta didik di Jawa Barat juga harus menjadi pedoman bagi ASN dalam bekerja.
Anggi menjelaskan, pekan lalu seluruh pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat tugas dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menjadi pembina upacara dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA dan SMK se-Jawa Barat.
"Kami ditugaskan oleh Pak Gubernur untuk menjadi pembina upacara di SMA dan SMK se-Jawa Barat sekaligus membacakan sambutan Gubernur tentang pembangunan karakter berbasis Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer," ujar Anggi.
Menurutnya, jika para siswa diarahkan untuk membangun karakter berdasarkan falsafah Pancawaluya, maka ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia menjelaskan, nilai cageur berarti sehat lahir dan batin sehingga mampu mendukung kinerja secara optimal. Sementara bageur dimaknai sebagai sikap baik dan ketulusan dalam melayani masyarakat.
Adapun bener berarti bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, sedangkan pinter menekankan pentingnya kompetensi, wawasan, dan kecerdasan sesuai bidang tugas masing-masing. Sementara singer berarti kreatif dan inovatif dalam menghasilkan gagasan maupun solusi untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.
"Kalau siswa dididik dengan falsafah Pancawaluya, maka seharusnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat nilai-nilai itu juga sudah diaplikasikan dalam bekerja sehari-hari," katanya.
Anggi menilai pembangunan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab dunia pendidikan, tetapi juga seluruh elemen pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, ia mendorong seluruh ASN Distanhorti Jabar menjadikan Pancawaluya sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Anggi juga menyampaikan perkembangan aksi perubahan yang tengah dijalankannya melalui Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Saat ini, ia sedang mengembangkan program percepatan akreditasi Laboratorium Pengujian Alat dan Mesin Pertanian menuju standar ISO/IEC 17025.
Ia meminta dukungan seluruh pegawai Distanhorti Jawa Barat agar program tersebut dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pertanian.
"Saya mengajak seluruh pegawai Distanhorti Jawa Barat untuk saling mendukung dan berkoordinasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan, khususnya dalam mendukung program di UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian. Semua itu juga harus dijalankan dengan konsep Pancawaluya," ujarnya.
Menurut Anggi, semangat kolaborasi, inovasi, dan integritas menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang profesional sekaligus mendukung pembangunan pertanian di Jawa Barat.
Melalui penerapan nilai Pancawaluya, ia berharap ASN Distanhorti Jabar dapat menjadi teladan dalam pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya generasi Jawa Barat yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. (adv)
Editor : Denis Febrian