Sukabumi Update

Susul Surken, Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Terbakar: Diduga Dipicu Faktor Alam

Sejumlah relawan berjibaku memadamkan api yang menghanguskan vegetasi di kawasan sekitar Kawah Wadon Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jumat (7/8/2026). (Sumber Foto: Dok. Volunter Raindeward1819)

SUKABUMIUPDATE.com – Setelah kebakaran vegetasi terjadi di kawasan Alun-alun Suryakencana (Surken), api kembali muncul di sekitar Kawah Wadon, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jumat (7/8/2026).

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan informasi kebakaran pertama kali terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) milik Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ciloto sekitar pukul 03.00 WIB.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Balai Besar TNGGP segera berkoordinasi dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan relawan untuk melakukan penanganan cepat di lokasi.

Sebanyak 28 relawan yang berada di jalur Gunung Putri bergerak menuju titik kebakaran melalui jalur Puncak Sela. Sementara dari jalur Cibodas, sebanyak 52 personel dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman di sekitar Kawah Wadon.

Berkat respons siaga dan sinergi tim di lapangan tersebut, lanjut Sadtata, api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih jauh ke area hutan pada Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran Surken Gunung Gede Pangrango Hanguskan 1 Hektare Lahan, Penyebab Masih Didalami

Adapun berdasarkan hasil pemantauan lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi hamparan rumput kering dan sebagian kecil vegetasi berkayu pada radius sekitar lima meter dari kawasan sabana edelweiss menuju arah hutan.

"Berkat kesigapan petugas, MMP, dan relawan di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, guna memastikan kondisi benar-benar aman dan mengantisipasi munculnya potensi titik api susulan, tim kami tetap bersiaga melakukan pemantauan dan penyisiran (groundcheck) secara bergiliran selama tiga hari ke depan," ujar Sadtata dikutip dari laman resmi Kementerian Kehutanan, Sabtu (8/8/2026).

Sadtata menuturkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman. Namun, hasil pemantauan awal menunjukkan indikasi kuat bahwa kebakaran dipicu oleh faktor alam.

Menurutnya, Kawah Wadon merupakan zona inti TNGGP yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian sehingga sangat minim aktivitas manusia. Selain itu, rekaman CCTV milik PGA Ciloto juga tidak menunjukkan adanya aktivitas manusia di lokasi sebelum kebakaran terjadi.

"Kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi mengering serta suhu tinggi di sekitar kawasan kawah diduga menjadi faktor pemicu terjadinya kebakaran," katanya.

Baca Juga: Gempa Dangkal TNGHS dan Was-was Warga di Kaki Gunung Salak

Kawah Wadon diketahui berada sekitar 1,5 hingga 2,5 kilometer dari kawasan Alun-alun Suryakencana melalui jalur puncak Gunung Gede. Kebakaran ini menjadi kejadian kedua yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan di kawasan Gunung Gede selama musim kemarau 2026.

Sebelumnya, kebakaran di kawasan Alun-alun Suryakencana juga menghanguskan sekitar satu hektare lahan dengan vegetasi yang terdampak berupa hamparan rumput kering dan sebagian kecil vegetasi berkayu.

Menyusul kejadian tersebut, Balai Besar TNGGP menerbitkan surat edaran penutupan aktivitas pendakian Gunung Gede Pangrango hingga 11 Agustus 2026. Kebijakan itu diambil untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung, masyarakat, serta pegiat alam bebas sekaligus mendukung proses pemantauan dan penanganan pascakebakaran.

"Langkah penutupan ini kami ambil demi keselamatan bersama. Bagi calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan untuk tanggal 7 hingga 11 Agustus 2026, pihak Balai Besar TNGGP memfasilitasi pengembalian dana (refund). Tautan pengajuan refund akan dikirimkan langsung melalui WhatsApp resmi BBTNGGP kepada ketua kelompok yang terdaftar saat registrasi," jelas Sadtata.

Atas keberhasilan penanganan kebakaran tersebut, Sadtata menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas, MMP, relawan, dan pihak terkait yang terlibat dalam upaya pemadaman di lapangan.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT