Sukabumi Update

Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Ditutup hingga 31 Agustus 2026, TNGGP Fokus Tangani Pascakebakaran

Tangkapan visual lokasi kebakaran di area Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang diambil dari drone. (Sumber Foto: Dok. BBTNGGP)

SUKABUMIUPDATE.com - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango hingga 31 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung penanganan pascakebakaran yang sebelumnya terjadi di sejumlah titik kawasan Gunung Gede, termasuk wilayah Kawah Wadon dan Alun-alun Suryakancana.

Perpanjangan penutupan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor SE.20 Tahun 2026 tentang Perpanjangan Penutupan Kegiatan Pendakian dalam Rangka Penanganan Kebakaran di Gunung Gede (Mop Up, Pendinginan dan Pengelolaan Pascakebakaran) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang ditandatangani Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, pada 17 Agustus 2026.

Kepala Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan masa penutupan diperpanjang selama dua pekan untuk memastikan proses penanganan pascakebakaran dapat berjalan optimal.

"Penutupan diperpanjang hingga dua pekan ke depan tepatnya sampai tanggal 31 Agustus. Kemungkinan diperpanjang kembali atau tidak dilihat dari penanganan setelah kebakaran melanda sejumlah titik, terutama di Kawah Wadon Gunung Gede," kata Agus dikutip dari suarajabar.com, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 18 Agustus 2026

Menurutnya, penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung, masyarakat, serta pegiat alam bebas yang beraktivitas di kawasan TNGGP. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan mendukung proses pengendalian dan pemulihan kawasan terdampak kebakaran.

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pendaftaran untuk periode penutupan tersebut, TNGGP memberikan opsi pengembalian biaya atau refund. Pihak balai akan mengirimkan tautan pengajuan pengembalian dana kepada masing-masing calon pendaki melalui aplikasi WhatsApp.

Agus menjelaskan, berdasarkan laporan petugas gabungan di lapangan, saat ini sudah tidak ditemukan lagi kepulan asap maupun titik api di kawasan Kawah Wadon dan sejumlah lokasi lain yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Meski demikian, pihak TNGGP masih perlu memastikan kondisi kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas pendakian kembali dibuka untuk umum.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Gede dalam dua hari terakhir juga disebut turut membantu proses pemadaman, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau petugas.

"Kami pastikan api sudah padam dan berbagai penanganan dilakukan setelah kebakaran, sehingga jalur pendakian dan lokasi yang terbakar, terutama di Alun-alun Suryakancana, dapat kembali digunakan untuk lokasi berkemah para pendaki," ujarnya.

TNGGP akan terus melakukan pemantauan, pendinginan, serta pengelolaan kawasan pascakebakaran hingga masa penutupan berakhir. Keputusan mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi kawasan dan tingkat keamanan bagi pengunjung.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT