SUKABUMIUPDATE.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan anggaran sekitar Rp4,8 miliar untuk membantu 120 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Komitmen tersebut disampaikan Dedi Mulyadi setelah menerima keluhan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan yang viral di media sosial terkait belum adanya kepastian bantuan tempat tinggal dan uang kontrakan bagi korban bencana banjir bandang yang terjadi sejak Desember 2024.
Dalam video yang beredar, warga mengaku hingga kini masih menunggu realisasi bantuan, termasuk bantuan biaya kontrakan sebesar Rp10 juta dan kepastian relokasi.
Video tersebut mencuat di tengah sorotan publik terhadap Dedi Mulyadi yang sebelumnya mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membawa bantuan senilai Rp4,5 miliar.
"Teruntuk Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, tolong perhatikan kami juga, Pak, di sini sebagai warga Kampung Babakan Cisarua, Cikadaka dan yang lainnya di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sukabumi. Kami di sini sudah hampir 2 tahun masih terlantar, belum mendapatkan kepastian mengenai uang pengontrakan Rp10 juta dan tempat tinggal," ujar seorang perempuan yang ada dalam video tersebut.
Baca Juga: Hampir Dua Tahun Korban Banjir Sukabumi Menunggu Rumah, Dedi Mulyadi Minta Lahan Disiapkan
Menanggapi hal itu, Dedi menjelaskan bencana yang menimpa warga Desa Cidadap terjadi pada Desember 2024, sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025.
"Mengenai postingan yang muncul kemarin, sebanyak 46 kepala keluarga (KK) di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, terdampak bencana yang terjadi pada Desember 2024, sebelum saya memimpin," ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (24/8/2026).
Menurut Dedi, usulan bantuan untuk 46 KK tersebut sebelumnya telah diajukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi.
Karena itu, Pemprov Jawa Barat memutuskan mengambil alih penanganan dengan syarat pemerintah daerah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah warga terdampak.
"Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah mengajukan usulan bantuannya ke BNPB, tapi karena mungkin sampai hari ini belum ada realisasinya, maka akan segera kami tangani dengan catatan pemerintah Kabupaten-nya menyiapkan tanah," katanya.
Baca Juga: Janjikan Relokasi Rumah Untuk Warga Cidadap, KDM Ultimatum Pemda Sukabumi Tutup Tambang Ilegal
Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, bahwa jumlah warga terdampak bencana di Kecamatan Simpenan yang akan dibantu mencapai 120 KK.
"Total kebutuhannya bukan 46, tetapi 120 kepala keluarga. 120 kepala keluarga kalau bantuannya Rp40 juta, Maka diperlukan dana yang harus disiapkan oleh pemerintah provinsi sebesar Rp4,8 miliar. Itu untuk seluruh kecamatan di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi. Sedangkan yang menyampaikan keluhannya adalah di Desa Cidadap sebanyak 46 kepala keluarga," jelasnya.
Ia juga menilai keterlambatan bantuan terjadi karena usulan sebelumnya tidak diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Seluruh keterlambatan terjadi karena surat yang dikirimnya tidak dikirim ke gubernur, tetapi dikirim ke BNPB dan peristiwa terjadi sebelum saya memimpin menjadi gubernur," tegasnya.
Meski demikian, Dedi menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Mari kita sama-sama bekerjasama untuk menyelesaikan seluruh problem masyarakat ini," ujarnya.
Baca Juga: Realisasi Bantuan Rp10 Juta: Pemprov Jabar Verval Penyintas Bencana di Sukabumi
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025, Pemprov Jabar telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi dengan total mencapai Rp6,093 miliar.
Bantuan tersebut di antaranya berupa biaya hidup sebesar Rp10 juta untuk 28 KK korban bencana di Kecamatan Simpenan dengan total Rp280 juta.
Selain itu, Pemprov Jabar membangun 20 unit rumah berarsitektur Sunda di Kecamatan Palabuhanratu pada 2025 dengan nilai sekitar Rp120 juta per unit berikut fasilitas pendukung lainnya, dengan total anggaran sekitar Rp2,4 miliar.
Pada 2026, Pemprov juga membangun 20 unit rumah panggung di Kecamatan Palabuhanratu dengan nilai Rp126 juta per unit atau sekitar Rp2,5 miliar, serta 20 unit rumah di Kecamatan Nyalindung dengan total anggaran sekitar Rp800 juta.
"Sehingga bantuan yang sudah disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana mencapai Rp6,09 miliar," kata Dedi.
Editor : Denis Febrian