Sukabumi Update

KDM: ABK Asal Sukabumi dan Indramayu yang Terlantar di Fiji Dipastikan Pulang 1 September 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan ABK asal Jawa Barat yang terlantar di FIJI akan segera pulang ke Indonesia. (Sumber : Instagram/@dedimulyadi71).

SUKABUMIUPDATE.com – Kabar baik datang bagi anak buah kapal (ABK) asal Jawa Barat yang sebelumnya diberitakan terlantar di perairan Fiji. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan para ABK tersebut dapat kembali ke Indonesia setelah persoalan yang mereka alami ditindaklanjuti.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Fiji guna menindaklanjuti kondisi para ABK yang sebelumnya mengeluhkan tidak mendapatkan gaji dan uang makan.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

Dedi menyebut, enam warga Jawa Barat yang berasal dari Kabupaten Sukabumi dan Indramayu kini telah mendapatkan kepastian untuk kembali ke Indonesia.

Baca Juga: dokter Relawan Sukabumi Temukan Warga Penyintas Gempa NTT Alami Hipertensi dan Dehidrasi

“Kabar gembira warga Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi dan warga Indramayu sebanyak enam orang seluruhnya yang terdampar di Fiji menjadi ABK kapal dan sudah menyampaikan pernyataan pertolongannya di media sosial, sekarang sudah bisa kembali ke Indonesia,” kata Dedi, dikutip Selasa (25/08/2026).

Menurutnya, proses kepulangan para ABK tersebut difasilitasi melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Fiji serta agen yang menaungi para ABK.

Mereka dijadwalkan berangkat dari Fiji menuju Australia pada 31 Agustus 2026. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dari Australia menuju Indonesia hingga para ABK diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 1 September 2026.

“Berkat kerja sama Pemprov Jabar dengan Duta Besar Indonesia untuk Fiji, mereka bisa kembali dengan tiket yang sudah disiapkan oleh agen melalui penerbangan Fiji Australia tanggal 31 Agustus 2026 dan Australia Indonesia nanti mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 1 September 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Doa dan Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dengan Artinya

Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Indonesia untuk Fiji dan pihak agen yang telah membantu menyiapkan tiket kepulangan para ABK tersebut.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dubes atas bantuannya dan agen atas bantuannya dan penyediaan tiketnya sehingga warga Jawa Barat asal Kabupaten Sukabumi dan Indramayu bisa kembali,” kata Dedi.

Ia menilai penyebaran informasi melalui media sosial turut membantu pemerintah mengetahui persoalan yang dialami masyarakat sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

“Inilah manfaat media sosial sehingga kita bisa cepat merespon apa yang menjadi keluh kesah di media sosial. Konten itu sangat bermanfaat. Semoga Gubernur konten terus memberikan manfaat,” ujarnya.

Baca Juga: Selain Air Lemon, Ini 8 Minuman Sehat yang Bisa Mendukung Proses Detoks Alami Tubuh

Sebelumnya Terlantar di Perairan Fiji

Sebelumnya diberitakan, tujuh ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China di perairan Fiji mengaku terlantar setelah tidak menerima gaji dan uang makan selama beberapa pekan.

Dari tujuh ABK tersebut, lima orang diketahui berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sementara dua lainnya masing-masing berasal dari Batam dan Indramayu.

Lima ABK asal Kabupaten Sukabumi tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni Cimaja, Pangsor, Ciaun, Cikembar, dan Cihurang.

Salah seorang ABK asal Kampung Ciaun, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Teteng Surgana (34), sebelumnya menceritakan kondisi yang mereka alami selama berada di perairan Fiji.

Menurut Teteng, persoalan mulai terjadi sekitar tiga minggu sebelum dirinya memberikan keterangan. Saat itu, agen di Fiji yang selama ini memenuhi kebutuhan para ABK tiba-tiba tidak lagi memberikan uang makan maupun gaji.

"Awalnya itu terjadi tiga minggu ke belakang. Biasanya tiap minggu belanja, tiba-tiba hari Jumat itu pihak Fiji tidak memberikan uang makan," kata Teteng saat dihubungi melalui sambungan telepon yang diterima Sukabumiupdate.com, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Ular Sanca 3 Meter Ngumpet di Drainase Permukiman Warga Nagrak Sukabumi

Kondisi tersebut membuat para ABK sempat kesulitan mendapatkan makanan. Mereka kemudian berusaha mencari bantuan hingga akhirnya berhasil menghubungi KBRI di Fiji.

KBRI kemudian disebut memberikan bantuan makanan serta akses komunikasi kepada para ABK yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Kini, setelah persoalan tersebut mendapat perhatian Pemprov Jawa Barat, para ABK mendapatkan kepastian kepulangan. Mereka dijadwalkan meninggalkan Fiji pada 31 Agustus 2026 dan tiba di Indonesia pada 1 September 2026.

 

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT