SUKABUMIUPDATE.com - Rencana pembukaan jalan baru yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, melalui kawasan Gunung Salak terus berlanjut.
Perkembangan terbaru datang dari Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menegaskan komitmen pemerintah daerah melanjutkan pembangunan akses di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
Jalur tersebut diproyeksikan menjadi poros baru yang menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, hingga Kabupaten Lebak, Banten.
"Di sana ada satu desa (Malasari) yang apabila jalannya terbangun akan menjadi sebuah poros jalan baru yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak, Banten,” ujar Rudy, dikutip dari portal resmi Pemkab Bogor, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Pembangunan Tol Jagoratu Didukung DPR, Potensi Palabuhanratu Diyakini Bisa Menyaingi Bali
Rudy menjelaskan, proyek infrastruktur ini berlanjut dari kawasan Kampung Citalahab, Desa Malasari, menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Saat ini, masih ada sekitar 4 hingga 6 kilometer jalur prioritas yang perlu dilanjutkan agar tersambung penuh ke perbatasan Sukabumi.
"Kebetulan 2026 dari mulai Citalahab kita lanjutkan pembangunannya, kurang lebih masih ada empat sampai enam kilometer masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak," kata Rudy.
Jika poros Nanggung–Malasari–Palabuhanratu ini terhubung sempurna, warga Bogor wilayah barat yang hendak berkunjung ke ibu kota Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu tidak perlu lagi memutar jauh via Cibadak atau Cikidang.
“Nanti kalau sudah terkoneksi dengan Sukabumi, kita pun ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya masyarakat wilayah barat kalau ingin ke Palabuhanratu tidak perlu melambung jauh. Cukup melalui Kecamatan Nanggung sampai dengan Palabuhanratu,” terangnya.
Baca Juga: Selain KRL, Double Track Bogor - Sukabumi Disiapkan untuk Angkutan Logistik: AMDK dan Semen
Selain mempersingkat efisiensi logistik dan mobilitas warga, pembukaan jalur di kawasan terpencil ini diyakini Rudy bakal menggerakkan roda perekonomian lokal, sektor pariwisata, serta memeratakan fasilitas publik.
“Kita membangun jalan baru sepanjang kurang lebih 20 kilometer untuk membuka sebuah akses. Membuka akses jalan bukan hanya membangun sebuah jalan. Ketika jalannya sudah dibangun, secara tidak langsung kita menghidupkan geliat ekonomi di wilayah sekitar,” katanya.
Rudy menilai, konektivitas yang semakin baik juga akan membuka peluang bagi peningkatan pelayanan dasar masyarakat. Wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan diharapkan dapat berkembang seiring dengan terbukanya jaringan transportasi.
“Kalau sebelumnya infrastruktur pendidikan dan kesehatan tertinggal, dengan aksesibilitas yang terbuka lebih baik, perlahan-lahan wilayah tersebut akan terbangun,” jelasnya.
Dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang mencakup 40 kecamatan dan 416 desa, Rudy berharap penyambungan rute lintas kabupaten ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian barat.
“Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” pungkas Rudy.
Baca Juga: Mendekati Cicurug Sukabumi, PT KAI Ungkap Aktivasi KRL Commuter Line ke Cigombong
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menyambut positif rencana pembangunan jalur poros baru yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak ini.
Proyek yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut dinilai berpotensi membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Jawa Barat dan Banten.
Menurut Uus, keberadaan jalur penghubung antardaerah tersebut tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor pembangunan.
“Atas nama pribadi dan Pemkab Sukabumi saya sangat menyambut baik rencana tersebut. Karena itu tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan akses warga, juga mendorong peningkatan dalam bidang ekonomi, pariwisata, hingga kesehatan,” kata Uus kepada sukabumiupdate.com, Jumat (5/6/2026).
Ia berharap wacana pembangunan jalan poros baru tersebut dapat segera dikomunikasikan secara intensif oleh pemerintah daerah yang akan dilintasi jalur tersebut. Menurutnya, koordinasi lintas wilayah menjadi kunci agar rencana pembangunan dapat direalisasikan secara matang.
Editor : Denis Febrian