SUKABUMIUPDATE.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) dapat menjangkau Stasiun Cigombong pada 2027. Pengembangan tersebut menjadi tahap awal dari rencana besar perluasan layanan KRL hingga Sukabumi, Jawa Barat.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pengembangan layanan KRL menuju Sukabumi akan dilakukan secara bertahap, seiring penyelesaian infrastruktur pendukung di lintas Bogor–Sukabumi.
Menurut Bobby, saat ini jalur ganda (double track) telah tersedia hingga lintas Cicurug–Cigombong, sehingga memungkinkan pengembangan layanan KRL ke arah selatan.
"Ini merupakan program pengembangan KRL sendiri, di mana dalam program besarnya nanti KRL akan sampai keSukabumi. Kemarin kan sudah ada jalur ganda (double track) sampai ke Cicurug atau Cigombong," kata Bobby usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT KAI dan Pemerintah Kota Bogor di Stasiun Bogor, Senin (7/9/2026).
Sebagai tahap awal, KAI menargetkan elektrifikasi jalur dari Bogor hingga Cigombong pada 2027. Setelah itu, pengembangan akan dilanjutkan secara bertahap menuju Sukabumi.
"Program 2027 kami akan melakukan elektrifikasi sampai ke Stasiun Cigombong. Satu per satu dulu, sampai Cigombong, baru kemudian dilanjutkan," ujarnya.
Rencana tersebut sejalan dengan progres pembangunan jalur ganda Bogor–Sukabumi yang saat ini terus berjalan.
Sebelumnya, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung bersama PT KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan uji fungsi jalur ganda Cicurug–Paledang pada Senin (31/8/2026). Pengujian dilakukan menggunakan lokomotif CC300 tanpa penumpang melalui lintas Bogor–Sukabumi.
Uji fungsi tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum jalur ganda dioperasikan secara komersial. Sejumlah aspek yang diuji meliputi sistem persinyalan, konstruksi jalan rel, hingga keselamatan perlintasan sebidang.
Kepala BTP Kelas I Bandung, Endang, mengatakan tahapan pengujian menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh infrastruktur memenuhi standar keselamatan dan operasional.
"Setelah pengujian ini, kami tinggal menunggu hasil resmi dari Balai Pengujian yang berwenang menerbitkan kelayakan teknis. Jika seluruh parameter sesuai SOP, pengoperasian jalur ganda ini ditargetkan masuk dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026," ujarnya.
Pembangunan jalur ganda Bogor–Sukabumi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas dan keselamatan transportasi kereta api di wilayah Jawa Barat.
Dengan tersedianya jalur ganda, frekuensi perjalanan kereta api berpotensi meningkat untuk melayani mobilitas masyarakat. Selain angkutan penumpang, jalur tersebut juga diproyeksikan mendukung distribusi logistik, termasuk pengangkutan air minum dalam kemasan (AMDK) dari kawasan Cicurug serta komoditas semen dari wilayah Cisaat.
Sumber: suarabogor.id
Editor : Denis Febrian