Sukabumi Update

DPRD Jabar Mengabdi, Jaenudin Dorong Pelajar SMAN 1 Warungkiara Aktif Berorganisasi

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaenudin saat menggelar kegiatan DPRD Mengabdi bertema Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Senin (7/9/2026) | Foto : Tim adc

SUKABUMIUPDATE.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, mendorong para pelajar SMAN 1 Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler di sekolah.

Menurut Jaenudin, keterlibatan pelajar dalam organisasi seperti OSIS, Pramuka dan Paskibra tidak hanya memberikan pengalaman selama berada di bangku sekolah, tetapi juga menjadi bekal ketika mereka nantinya terjun ke tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Jaenudin saat menggelar kegiatan DPRD Mengabdi bertema Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Senin (7/9/2026).

Jaenudin mengatakan, sekolah merupakan salah satu tempat penting bagi pelajar untuk belajar dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi. Salah satunya melalui kegiatan OSIS.

"Melalui OSIS kita penting mengenal demokrasi di sekolah. Terutama di usia kalian, proses keterbukaan dan proses kita merumuskan kebijakan itu mulai dari sekolah," kata Jaenudin.

Ia mencontohkan proses pemilihan ketua OSIS sebagai bentuk sederhana penerapan demokrasi di lingkungan sekolah. Dalam proses tersebut, para siswa belajar menggunakan hak pilih sekaligus menghargai pilihan orang lain.

"Ketika kita memilih pimpinan atau ketua OSIS pasti itu dilakukan secara demokrasi," ujarnya.

Baca Juga: KAI Targetkan KRL Sampai Cigombong pada 2027, Sukabumi Jadi Tahap Berikutnya

Jaenudin menilai demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan pemimpin. Lebih jauh, demokrasi juga mengajarkan masyarakat untuk mampu merumuskan dan menetapkan kebijakan dengan tetap menghargai adanya perbedaan pendapat.

Menurutnya, perbedaan gagasan merupakan sesuatu yang wajar, terlebih dalam lingkungan sekolah dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 1.500 orang.

"Misalnya dari 1.500 siswa di SMAN 1 Warungkiara pasti masing-masing punya ide dan gagasan. Namun ketika pendapat sudah diputuskan dan disepakati, maka harus diterima oleh semua," jelasnya.

Ia menegaskan, perbedaan pendapat seharusnya tidak menjadi alasan untuk memecah kebersamaan. Dalam demokrasi, setiap orang memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, tetapi keputusan yang telah disepakati bersama harus dihormati.

"Demokrasi itu kita berdebat dalam forum, tetapi ketika sudah diputuskan kita harus ikut mengamankan kebijakan yang diputuskan. Jadi substansi demokrasi itu kita mampu menghargai perbedaan di lingkungan kita," kata Jaenudin.

Selain mengajarkan demokrasi, Jaenudin juga mengingatkan para pelajar bahwa mereka merupakan generasi yang akan mengambil estafet kepemimpinan di masa depan.

"Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Sepuluh tahun ke depan adik-adik yang akan menggantikan pemimpin saat ini," tuturnya.

Karena itu, ia mengajak para siswa memanfaatkan masa sekolah dengan memperbanyak pengalaman, termasuk melalui kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler.

"Jadi ikuti ekstrakurikuler, OSIS, Pramuka, Paskibra," imbuhnya seraya menuturkan pengalamannya dibentuk di Pramuka saat sekolah dulu.

Jaenudin berharap pengalaman yang diperoleh para pelajar melalui kegiatan organisasi dapat menjadi bekal dalam membangun kemampuan kepemimpinan, bekerja sama, menyampaikan pendapat, serta menghadapi perbedaan ketika mereka nantinya berada di lingkungan masyarakat. (adv)

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT