SUKABUMIUPDATE.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, mendorong sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sukabumi, mulai dari bantuan infrastruktur jalan desa, penyediaan sumur bor, hingga pelatihan keterampilan digital.
Hal tersebut disampaikan Jaenudin saat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Jalan Raya Sukaraja, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar seratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, kepala desa, kader partai, serta warga. Salah seorang tokoh terkenal di Sukaraja, Hj. Ica Widiarsyah juga hadir memberikan sambutan dan pengarahan.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Komisi V DPRD Jawa Barat itu menyampaikan sejumlah program pemerintah yang menjadi bagian dari kewenangan DPRD Jawa Barat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Tokoh Nelayan Desak Kejelasan Hukum Kasus Dugaan Asusila Siswi SD di Ciracap Sukabumi
Salah satu yang didorong adalah bantuan pembangunan dan peningkatan jalan desa. Menurut Jaenudin, DPRD Jawa Barat memiliki ruang untuk mendorong dukungan terhadap pembangunan jalan desa melalui bantuan keuangan daerah.
"Hari ini DPRD bisa mendorong jalan desa melalui BKD. Meski persyaratan administratifnya harus ditempuh oleh desa," kata Jaenudin di hadapan peserta.
Selain infrastruktur jalan, Jaenudin juga menyampaikan program bantuan sumur bor untuk sejumlah desa di Kabupaten Sukabumi. Ia menyebut terdapat 11 desa yang didorong mendapatkan bantuan sumur bor dari pemerintah melalui PSDA Jawa Barat.
Dari jumlah tersebut, tiga titik di antaranya, khususnya di wilayah Kecamatan Cisaat, disebut akan segera direalisasikan pada bulan Oktober 2026.
Program sumur bor tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses air, terutama di wilayah desa yang membutuhkan tambahan sumber air.
Selain pembangunan fisik, Jaenudin juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, terutama kelompok usia produktif. Program yang didorong meliputi pelatihan digital marketing, konten kreator, hingga pemanfaatan artificial intelligence (AI).
"Untuk usia produktif kita dorong pelatihan digital marketing dan konten kreator serta pelatihan AI," ujarnya.
Jaenudin menyebut target peserta pelatihan tersebut mencapai sekitar 400 orang se-Kabupaten Sukabumi. Peserta akan berasal dari sejumlah daerah pemilihan (Dapil) se Kabupaten Sukaumi dengan rata-rata sekitar 50 orang dari setiap Dapil.
Menurutnya, pelatihan keterampilan digital menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang perlu terus didorong seiring perkembangan teknologi.
Melalui keterampilan tersebut, masyarakat usia produktif diharapkan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan aktivitas ekonomi maupun menghasilkan konten melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Bupati dan Ketua DPRD Sukabumi Hadiri Kegiatan DPP Golkar di Yogyakarta
Jaenudin juga mengatakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan juga menjadi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat di tingkat desa.
Berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan dalam melihat kebutuhan pembangunan di daerah, termasuk persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, air bersih, dan peningkatan keterampilan.
Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Jaenudin menyampaikan bahwa fungsi pengawasan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (adv)
Editor : Syamsul Hidayat