Sukabumi Update

Menunggu KDM: Nasib Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh Sukabumi, Proyek Belasan Miliar Rupiah Pemprov Jabar

Bentang alam dari Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh Sukabumi. (Sumber: SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com - Proyek Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh di Bukit Panenjoan, Kampung Cigaok RT 04/01, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kembali jadi sorotan publik. Rampung dibangun sejak Agustus 2023, kawasan wisata seluas 2 hektar milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, tak kunjung ada peresmian.

Suasana sepi dan lengang langsung terasa di pintu gerbang utama yang masih terhalang rintangan bambu. Di dalam area, bangunan homestay berbahan bambu dan kayu berkonsep rumah panggung di atas batu pasang tampak kusam serta terancam dimakan rayap. Area terbuka publik tersebut saat ini hanya dijaga oleh petugas keamanan dan pekerja sebagai cleaning service.

​Ketua Karang Taruna Desa Tamanjaya, Eza Fino (31 tahun), menyayangkan terbengkalainya fasilitas yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat bernilai belasan miliaran rupiah tersebut. ​"Sekarang sarana prasarana sudah harus ada perbaikan, sedangkan posisinya belum dibuka juga. Sebenarnya kalau dilihat sudah layak untuk dibuka. Kami mempertanyakan ada kendala apa?" ujar Eza Fino kepada sukabumiupdate.com, Kamis (1/10/2026).  

​​Di area Plaza Amphitheater sebenarnya telah berdiri berbagai fasilitas utama pendukung pariwisata dan ekonomi warga, meliputi: ​8 Unit Homestay: Berukuran 3x3 meter (terdiri dari 2 kamar, ruang tengah, dan dapur tanpa perlengkapan tidur/rumah tangga). 

Baca Juga: Rumah Terbakar di Cibadak Sukabumi: 3 Jiwa Mengungsi, Dokumen Penting Ikut Hangus

​Fasilitas Bersantai ada 9 unit gazebo dan 2 unit shelter. Kemudian ​Fasilitas Umum dan Komersial: Area parkir mobil dan motor, toilet parkir, kantor pengelola, loket tiket, bangunan utama Amphitheater, serta ruko-ruko UMKM.

​Eza menegaskan bahwa tingginya minat wisatawan untuk berkunjung saat ini terhalang oleh status operasional lokasi yang menggantung. Ia mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah konkret dan meresmikan fasilitas tersebut agar tidak menjadi proyek mangkrak.

​"Plaza Amphitheater dibangun saat era Gubernur Ridwan Kamil, jangan jadi alasan bagi KDM untuk membiarkan bangunan yang menggunakan APBD miliaran rupiah ini. Ini uang warga Jabar, harus bisa bermanfaat bagi warga, terutama dalam pengembangan UMKM," tegas Eza.

​Masyarakat setempat berharap Pemprov Jabar segera menyelesaikan kendala administratif maupun teknis yang ada agar Plaza Amphitheater Ciletuh dapat segera beroperasi penuh dan menggerakkan roda perekonomian warga lokal.

Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh Sukabumi.Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh Sukabumi.

Baca Juga: Hujan Meteor Hingg Hunters Moon, 10 Fenomena Langit Sepanjang Oktober 2026

Respon Pemkab Sukabumi

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun masih belum punya jawaban pasti kapan Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh ini diresmikan dan bisa diakses oleh publik. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar menegaskan akan mencoba silaturahmi ke pemerintah provinsi Jabar terkait Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh di Ciemas. 

“Mudah-mudahan ada kepastian kapan bisa diresmikan. Untuk menambah spot kunjungan wisata di Kabupaten Sukabumi,” ungkap Ali lewat keterangan tertulis, Senin (1/10/2026).

Ali bahkan menegaskan bahwa Pemkab Sukabumi siap mengelolah aset wisata yang sudah dibangun oleh Pemprov Jabar tersebut. “Kita optimis bisa mengelolanya,” pungkas Ali.

Senada dengan Ali, Camat Ciemas Camat Bobby Prihardy Gumulya juga menegaskan belum mendapatkan informasi terbaru tentang Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh.

Baca Juga: Bukit Harendong Ciasihan, Destinasi Wisata Alam yang Belum Banyak Diketahui

Sempat Mangkrak karena Covid-19

Pada 2019, Ridwan Kamil gubernur Jabar kala itu membangun spot wisata budaya di Bukit Panenjoan salah satu destinasi wisata alam di Kampung Cigaok RT 04/01 Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh, sebuah kawasan dengan gelanggang terbuka yang bisa digunakan untuk pertunjukan hiburan dan seni, selain spot wisata memandang hamparan teluk ciletuh dari ketinggian. 

Pembangunan amphitheater ini dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat sebagai fasilitas penunjang pertunjukan seni dan budaya, tahap awal dimulai sejak 2019 dengan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. Namun dalam perjalanannya, pembangunan ini terhenti akibat kebijakan refocusing penanganan COVID-19.

Pada 2022 pekerjaan dilanjutkan kembali dengan anggaran Rp7.387.360.000 yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV Widia Mido. Pengerjaan selesai pada 2023, namun hingga saat ini belum juga difungsikan sebagai spot wisata, budaya dan seni seperti rencana awal pembangunan.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT