SUKABUMIUPDATE.com - Dalam dunia skincare, AHA, BHA, dan PHA merupakan bahan aktif populer yang sering kamu temui di toner, serum, masker, atau exfoliant. Ketiganya membantu merawat kulit, tapi cara kerja serta jenis kulit yang cocok berbeda-beda. Memahami perbedaan ini penting supaya kamu bisa memilih yang pas dengan kebutuhan kulitmu tanpa menimbulkan iritasi.
Apa Itu AHA, BHA, dan PHA?
AHA (Alpha Hydroxy Acid)
AHA adalah kelompok asam yang larut dalam air dan bekerja mengeksfoliasi kulit di permukaan luar. AHA sering dipakai untuk membantu:
- mengangkat sel kulit mati
- mencerahkan kulit
- meratakan tekstur wajah
- menyamarkan garis halus serta hiperpigmentasi ringan
Karena bekerja di permukaan, AHA biasanya cocok untuk kulit normal hingga kering, terutama yang merasa kulitnya kusam atau butuh efek cerah.
Baca Juga: Dari Antioksidan hingga Kulit Sehat, Ini Manfaat Apel Merah yang Harus Kamu Tau
BHA (Beta Hydroxy Acid)
BHA, seperti salicylic acid, bersifat larut dalam minyak, sehingga bisa menembus ke dalam pori-pori yang penuh sebum (minyak). Ini membuat BHA efektif untuk:
- membersihkan pori-pori dari minyak dan sel kulit mati
- membantu mengatasi komedo dan jerawat
- mengurangi tampilan pori-pori besar
Karena sifatnya yang bisa meresap lebih dalam, BHA sering direkomendasikan untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat.
PHA (Polyhydroxy Acid)
PHA adalah generasi chemical exfoliant yang mirip dengan AHA, tetapi dengan molekul yang lebih besar, sehingga penyerapan ke kulit lebih lambat dan lebih lembut. PHA:
- mengeksfoliasi tanpa terlalu agresif
- membantu mengangkat sel kulit mati
- bisa mengunci kelembaban dan menjaga skin barrier
- jarang menyebabkan iritasi bahkan pada kulit sensitif
Karenanya, PHA menjadi pilihan yang ideal untuk kulit sensitif atau mudah iritasi, termasuk mereka yang memiliki eksim atau rosacea.
Baca Juga: Kabar Baik! Tunggakan Triliunan Iuran BPJS Kesehatan Segera Dihapus
Perbedaan AHA, BHA, dan PHA Secara Umum
Perbedaan utama AHA, BHA, dan PHA terletak pada sifat larutnya dan area kerja di kulit.
AHA larut dalam air dan fokus bekerja pada permukaan kulit untuk membantu mencerahkan dan menghaluskan tekstur. BHA larut dalam minyak sehingga mampu masuk ke pori-pori, cocok untuk masalah komedo dan jerawat. Sementara itu, PHA bekerja lebih lembut karena molekulnya besar, sehingga ideal untuk kulit sensitif yang mudah iritasi.
Karena itu, pemilihan jenis exfoliant sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan hanya mengikuti tren skincare. AHA, BHA, dan PHA sama-sama berfungsi sebagai bahan eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati. Namun perbedaannya terletak pada cara kerja dan jenis kulit yang cocok.
AHA lebih cocok untuk kulit kusam dan kering yang ingin terlihat lebih cerah. BHA lebih cocok untuk kulit berminyak yang sering mengalami komedo dan jerawat. Sementara PHA menjadi pilihan yang lebih lembut untuk kulit sensitif atau pemula.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih mudah menentukan exfoliant yang paling sesuai dengan kebutuhan kulitmu tanpa takut iritasi atau salah pilih skincare.
Baca Juga: Sempat Berselisih, Cristiano Ronaldo Kembali Perkuat Al Nassr
Sumber: Berbagai sumber
Editor : Silvi Maharani