SUKABUMIUPDATE.com - Cuka apel dikenal sebagai bahan alami yang kerap digunakan dalam berbagai keperluan, mulai dari campuran makanan hingga perawatan kecantikan. Bahan ini juga populer di kalangan pencinta perawatan kulit karena dipercaya dapat membantu mengatasi jerawat, mengurangi minyak berlebih, hingga menyamarkan flek hitam.
Cuka apel atau apple cider vinegar dibuat melalui proses fermentasi sari apel yang menghasilkan asam asetat. Kandungan asam tersebut membuat cuka apel memiliki sifat asam dan aktivitas antimikroba dalam kondisi tertentu. Lantas, benarkah cuka apel dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit? Berikut penjelasannya.
1. Cuka Apel untuk Membantu Mengatasi Jerawat
Jerawat dapat muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, disertai peradangan serta faktor lain yang memengaruhi kondisi kulit. Karena memiliki sifat antimikroba dalam kondisi tertentu, cuka apel kerap dianggap dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
Baca Juga: 10 Manfaat Pisang untuk Tubuh, dari Sumber Energi hingga Menjaga Pencernaan
2. Menyamarkan Flek Hitam
Flek hitam atau hiperpigmentasi merupakan kondisi ketika sebagian area kulit menghasilkan melanin lebih banyak sehingga tampak lebih gelap. Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan sinar matahari, bekas peradangan jerawat, perubahan hormon, dan faktor lainnya.
Cuka apel diklaim mampu membantu mengangkat sel kulit mati karena sifat asamnya. Namun untuk membantu mengurangi flek hitam, penggunaan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 setiap hari merupakan langkah penting.
3. Mengurangi Minyak Berlebih pada Wajah
Kulit berminyak terjadi ketika kelenjar sebasea menghasilkan sebum secara berlebihan. Kondisi ini dapat membuat wajah tampak mengkilap dan pada sebagian orang berkaitan dengan munculnya komedo serta jerawat. Karena sifatnya asam, cuka apel sering dipercaya dapat membantu mengurangi minyak pada wajah.
Baca Juga: 7 Manfaat Buah Bit bagi Kesehatan, dari Menjaga Jantung hingga Mengontrol Tekanan Darah
4. Membantu Mengangkat Sel Kulit Mati
Pengelupasan sel kulit mati atau eksfoliasi dapat membantu memperbaiki tekstur kulit jika dilakukan menggunakan produk yang tepat. Hal inilah yang membuat cuka apel kerap dikaitkan dengan manfaat untuk membuat wajah terasa lebih halus.
Akan tetapi, kandungan asam dalam cuka apel tidak menjadikannya otomatis aman digunakan sebagai eksfoliator wajah. Konsentrasi dan tingkat keasamannya dapat bervariasi, sehingga efeknya pada kulit sulit diprediksi.
Oleh karena itu, cuka apel sebaiknya tidak digunakan langsung sebagai toner, obat jerawat, maupun bahan pemutih wajah. Jika setelah menggunakan suatu produk kulit terasa terbakar atau mengalami iritasi berat, segera hentikan pemakaian dan bilas area tersebut dengan air.
Cuka apel kerap dikaitkan dengan manfaat kecantikan, mulai dari membantu mengatasi jerawat hingga menyamarkan flek hitam. Namun, sifat asam cuka apel juga dapat menyebabkan iritasi, luka kimia, dan memperburuk hiperpigmentasi jika digunakan secara tidak tepat. Karena itu, memilih produk perawatan kulit yang telah diformulasikan khusus dan memiliki bukti keamanan lebih baik merupakan langkah yang lebih bijak.
Baca Juga: Jangan Dipaksakan, Ini Tanda Kulit Tidak Cocok dengan Skincare
Sumber: AAD
Editor : Silvi Maharani