SUKABUMIUPDATE.com - Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi kulit wajah. Saat menghadapi tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kurang istirahat, sebagian orang mungkin menyadari kulitnya menjadi lebih berminyak, muncul jerawat, atau terasa lebih kering dan sensitif.
Lantas, apa saja pengaruh stres terhadap kulit wajah yang perlu diketahui?
1. Memperparah Jerawat
Salah satu masalah kulit yang dapat memburuk saat seseorang mengalami stres adalah jerawat. Ketika tubuh berada dalam kondisi tertekan, perubahan respons hormonal dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit.
Produksi minyak atau sebum yang berlebihan dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, terutama jika disertai penumpukan sel kulit mati. Kondisi tersebut dapat memperparah jerawat pada orang yang memang rentan mengalaminya.
Baca Juga: Sayuran yang Bisa Ditanam di Pot Kecil, Cocok untuk Kebun Rumahan
2. Membuat Kulit Terasa Kering
Stres juga dapat memengaruhi fungsi lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Lapisan ini berperan menjaga kelembapan dan membantu melindungi kulit dari paparan zat yang dapat menyebabkan iritasi.
Respons stres dapat memengaruhi fungsi pelindung kulit dan keseimbangan kelembapannya. Ketika fungsi pelindung kulit terganggu, kulit dapat terasa kering, tertarik, atau bersisik. Garis-garis halus juga bisa tampak lebih jelas ketika kulit mengalami kekeringan.
3. Meningkatkan Sensitivitas Kulit
Pernah merasa wajah lebih mudah memerah, gatal, atau perih ketika sedang banyak pikiran? Stres dapat memengaruhi respons peradangan dan fungsi pelindung kulit sehingga pada sebagian orang, kulit menjadi lebih reaktif.
Akibatnya, kulit mungkin lebih mudah merasa tidak nyaman saat terpapar produk tertentu atau faktor lingkungan. Kondisi ini dapat menjadi perhatian bagi orang yang memiliki kulit sensitif atau masalah kulit sebelumnya.
4. Memperburuk Eksim dan Kemerahan
Stres dapat memperburuk beberapa kondisi kulit yang sudah ada, termasuk eksim atau dermatitis atopik. Pada orang yang memiliki kondisi tersebut, tekanan emosional dapat memicu kekambuhan atau membuat rasa gatal semakin mengganggu.
Menggaruk kulit secara berulang berisiko menimbulkan luka dan memperburuk iritasi. Kondisi ini juga dapat membentuk lingkaran yang tidak nyaman stres memperburuk gejala kulit, sedangkan masalah kulit dapat menambah beban pikiran.
Baca Juga: Tak Perlu Beli di Luar, Ini Cara Membuat Beras Kencur yang Enak di Rumah
5. Membuat Wajah Tampak Lelah dan Kurang Segar
Ketika mengalami stres, seseorang mungkin kesulitan tidur nyenyak, kehilangan nafsu makan, atau tidak memiliki cukup waktu untuk merawat diri. Perubahan kebiasaan tersebut dapat memengaruhi penampilan wajah.
Kurang tidur, misalnya, dapat membuat wajah terlihat lelah dan area sekitar mata tampak kurang segar. Sementara itu, rutinitas perawatan kulit yang tidak teratur dapat membuat kulit terasa semakin kering atau tidak nyaman.
6. Memperlambat Pemulihan Kulit
Kulit membutuhkan proses perbaikan untuk pulih dari iritasi, luka kecil, maupun peradangan. Stres dapat memengaruhi proses tersebut sehingga pemulihan kulit berpotensi berlangsung lebih lambat.
Stres dapat memengaruhi kondisi kulit wajah, mulai dari memperparah jerawat, mengganggu kelembapan, meningkatkan sensitivitas, hingga memperburuk masalah kulit tertentu. Pengaruhnya bisa berbeda pada setiap orang dan tidak selalu menjadi penyebab utama keluhan kulit.
Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan produk perawatan wajah. Mengelola stres, tidur cukup, dan menjalani kebiasaan sehat juga penting untuk mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh.
Baca Juga: KHW Part 400 “Pulang” Nadia Omara Viral Tembus 39 Juta Kali, Ini Link Nontonnya
Sumber: AAD
Editor : Silvi Maharani