TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Belum Final, Jokowi: Kenaikan Biaya Haji Masih Dalam Kajian Proses Kalkulasi

(Foto Ilustrasi) Presiden Joko Widodo mengatakan biaya perjalanan haji tahun 2023 masih dalam pengkajian, belum final. | Foto: Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo mengatakan biaya perjalanan haji tahun 2023 masih dalam pengkajian, belum final. "Biaya haji masih dalam proses kajian, itu belum final. Masih dalam proses kajian, masih dalam proses kalkulasi," katanya di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Mengutip laporan tempo.co, presiden mengatakan pemerintah baru mengusulkan besaran biaya perjalanan ibadah haji yang akan dibahas bersama dengan DPR sebelum ditetapkan. "Belum final sudah ramai. Masih dalam proses kajian, masih dalam proses kalkulasi," kata Jokowi.

Kementerian Agama mengusulkan rerata biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi sebesar Rp 69.193.733 per orang, lebih tinggi dari biaya perjalanan ibadah haji tahun 2022 yang ditetapkan Rp 39.886.009 per orang.

Baca Juga: IPHI Jabar: Usulan Biaya Haji Rp 69 juta dinilai memberatkan

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada 19 Januari 2023, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan rerata biaya perjalanan ibadah haji yang diusulkan mencakup 70 persen dari rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang diusulkan Rp 98.893.909 per orang.

Nilai BPIH yang diusulkan pada 2023, menurut dia, meningkat Rp 514.888 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena ada perubahan signifikan dalam komposisi BPIH.

Menurut Menteri Agama, formulasi komponen BPIH yang baru diterapkan untuk menyeimbangkan beban jemaah dengan keberlanjutan pemanfaatan nilai manfaat pengelolaan dana haji pada masa yang akan datang. "Itu usulan pemerintah. Menurut kami, itu yang paling logis untuk menjaga supaya (dana) yang ada di BPKH itu tidak tergerus ya dengan komposisi seperti itu," katanya.

Sumber: Tempo.co

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT