SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) drh Slamet meminta Perum Bulog mematuhi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP). Sebab di lapangan masih banyak petani yang merugi akibat harga rendah.
Diketahui, melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah memutuskan harga pembelian GKP adalah Rp 6.500 per kilogram. Namun ternyata tidak semua petani memiliki akses untuk menjual langsung ke Perum Bulog sehingga harus bertransaksi lewat tengkulak.
"Masalahnya, terjadi disparitas harga yang cukup besar di tengkulak yakni Rp 5.600 hingga Rp 6.000 per kilogram untuk GKP. Angka tersebut berada di bawah ketetapan pemerintah," kata Slamet kepada wartawan pada Kamis (27/2/2025).
Baca Juga: Lahirkan Kreativitas! Slamet Minta Kementerian/Lembaga Tak Cengeng dengan Efisiensi Anggaran
Slamet menilai Keputusan Bapanas Nomor 14 Tahun 2025 belum disosialisasikan sampai level terbawah, sehingga kehadiran Perum Bulog untuk menyerap gabah kering dari petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram menjadi sangat penting. Menurutnya, Gerakan SERGAB (Serap Gabah) bisa menjadi solusi.
"Bulog harus mengawal niat baik dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jika Bulog tidak menjalankan, berarti insubordinasi," ujar Legislator Senayan asal Sukabumi tersebut.
Editor : Oksa Bachtiar Camsyah