SUKABUMIUPDATE.com - Semangat saling menolong kembali menguat di Desa Cimerang, Kecamatan Nyalindung, setelah bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah tersebut pada 28 Desember 2025 lalu. Tanpa menunggu bantuan dari luar, warga memilih bergerak sendiri: warga bantu warga.
Gerakan solidaritas ini dipimpin Karang Taruna Desa Cimerang yang menginisiasi penggalangan dana mandiri. Ketua Karang Taruna, Sugih Nugraha, menjelaskan bahwa aksi tersebut murni lahir dari kepedulian warga
“Kami pemuda desa cimerang melakukan galang dana kebencanaan, jadi semua yang kami berikan merupakan hasil dari kepedulian masyarakat cimerang kepada sesama saudara dan tetangganya, kami ingin menyatukan semangat kemanusiaan warga masyarakat desa cimerang.” ujarnya kepada sukabumiupdate.com beberapa saat setelah penyaluran bantuan, Minggu (11/1/2025).
Baca Juga: Tanah Masih Bergerak, Longsor Picu Akses Jalur Bagbagan–Kiaradua Lumpuh Total
Sugih juga menyebut bahwa pada hari kejadian bencana, perhatian pemerintah belum dirasakan sepenuhnya oleh warga.
“Saat bencana pejabat Sukabumi hanya melintas kampung kami yang terdampak bencana, maka kami saling menguatkan antar masyarakat. Kondisi itu mendorong warga untuk tidak saling menunggu, tetapi langsung bergerak membantu sesama."
Dari penggalangan dana tersebut terkumpul total Rp 5 juta. Bantuan berupa uang tunai itu disalurkan langsung oleh Karang Taruna pada Minggu (11/1/2025) ke tujuh titik terdampak di Desa Cimerang.
Baca Juga: Pemukiman Kebanjiran, Sungai Cidolog dan Cilangkob Sukabumi Meluap Rendam Jalan Provinsi
“Donasi yang terkumpul alhamdulillah menyentuh angka 5 juta dan langsung kami salurkan berupa uang tunai di 7 titik bencana di desa cimerang, diantaranya kampung Batu Gede, gunung buleud, cipeusing peuntas, lemur pasir, cimerang tengah, dan cimerang hilir.” bebernya.
Menurut Sugih, bantuan disalurkan kepada 40 KK, 6 kepala keluarga mendapatkan Rp 250 ribu karena rusak berat, 34 KK lagi rusak ringan mendapatkan bantuan Rp100 ribu. Dia berharap gerakan warga bantu warga ini menjadi kekuatan pemulihan sosial di tengah masa sulit pascabencana.
“Kami berharap dengan semangat persatuan ini bisa membangkitkan kembali semangat para penyintas bencana di desa kami.” pungkasnya.
Editor : Fitriansyah